Berita Tabalong

Harga Karet Turun, Warga Tabalong Jual Karet Basah ke Tengkulak

Harga karet hampir di seluruh Kabupaten Tabalong mengalami penurunan bervariasi antara Rp 1000 hingga Rp 2000 perkilogramnya

Harga Karet Turun, Warga Tabalong  Jual Karet Basah ke Tengkulak
istimewa/daryanto UPPB
Warga menjual getah karet ke UPPB Pelita Abadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Harga karet hampir di seluruh Kabupaten Tabalong mengalami penurunan bervariasi antara Rp 1000 hingga Rp 2000 perkilogramnya. Turun harga bertahap sejak sekitar tiga minggu lalu.

Seperti di Desa Kambitin Kecamatan Tanjung saat ini harga naik turun di sekitar harga Rp 7000 karena setiap hari harga karet bisa berubah. Padahal sebelumnya harga mencapai diatas Rp 8000.

Bukan hanya untuk getah karet basah, penurunan harga juga pada karet kering. Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Pelita Abadi di Desa Masingai Kecamatan Haruai misalnya, mereka membeli karet dari petani karet yang telah dikeringkan selama satu hari.

Harganya juga menurun, bahkan sekitar dua minggu lalu petani karet berpindah menjual karet basah karena ada tengkulak baru yang berani membeli harga karet basah dengan harga cukup tinggi.

Posisi Zaskia Gotik di Mata Kriss Hatta Akhirnya Diungkap, Mantan Vicky Prasetyo Disebut Spesial

VIRAL, Potongan Film Captain America Civil War Beredar, Ternyata Ray Sahetapy Benar-benar Syuting

VIRAL, Istri Antar Suami Menikah Lagi, Ternyata Bukan Keinginan Pimpinan Ponpes Cijeungjing Ini

Nasibnya Tak Jelas, Kini 1.162 Pegawai Honorer di Kotabaru Belum Terima Gaji Januari

Daryoto pengelola UPPB Pelita Abadi mengatakan pihaknya sempat sangat sedikit mendapatkan karet kering karena harga bersaing dengan tengkulak yang membeli karet basah dengan harga mahal.

"Bedanya hanya Rp 200 rupiah jadi petani banyak yang menjual basah, namun sekarang harganya sudah jauh lebih tinggi karet kering karena tengkulak juga tidak berani terlalu lama memberikan harga tinggi dalam waktu lama," ujarnya.

Saat ini harga getah karet basah Rp 7.400 sedangkan untuk karet kering seharga Rp 8.500. Turunnya harga memang dari harga pembelian karet di perusahaan pembeli yang turun.

Zainudin warga Juai Kecamatan Tanjung mengatakan saat ini harga karet memang turun, ditambah musim penghujan yang membuat para petani tidak bisa ke kebun.

Video Tik Tok Syahrini Ada Sebelum Nikita Mirzani, Gisel & Luna Maya, Begini Aksi Istri Reino Barack

Resmikan TPA Regional di Kota Banjarbaru Kalsel, Presiden Jokowi Sebut Sampah Bisa Jadi Bencana

VIDEO Ini Penampakan Danau Matahari Bati-Bati, Keren Berswafoto

"Harga getah karet murah, hari hujan terus tidak bisa ke kebun ditambah kebutuhan rumah tangga banyak yang naik harganya," ujarnya.

Dirinya berharap harga karet bisa segera stabil dan cuaca tidak hujan sehingga tidak banjir lagi dan bisa ke kebun.

"Saat banjir biasanya mangkok untuk menampung getah karet hilang terbawa air, dan kami perlu modal lagi untuk membeli mangkok plastik khusus," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved