Berita Banjarbaru

Dana BOS Untuk 3.295 Sekolah di Kalsel Sudah Cair, Tahun Ini Skemanya Pencairan Cukup Tiga Tahap

Skema pencairan dana BOS ke sekolah diperingkas. Jika tahun sebelumnya empat tahap, kini hanya tiga tahap. Hal tersebut dibenarkan Kakanwil Ditjen

Dana BOS Untuk 3.295 Sekolah di Kalsel Sudah Cair, Tahun Ini Skemanya Pencairan Cukup Tiga Tahap
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Usdek Rahyono 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Skema pencairan dana BOS ke sekolah diperingkas.

Jika tahun sebelumnya empat tahap, kini hanya tiga tahap. 

Hal tersebut dibenarkan Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Usdek Rahyono, Minggu (16/2/2020).

"Kebijakan penyaluran BOS mulai tahun 2020 ini merupakan bentuk sinergi Kementerian Keuangan, Kemendagri, Kemendikbud dan Kemenag dalam rangka mendukung terwujudnya percepatan kualitas SDM melalui pembangunan di bidang pendidikan. Sebagai informasi, memang terdapat perubahan kebijakan dalam penyaluran BOS mulai tahun 2020 ini. BOS Reguler dalam setahun disalurkan dalam  3 tahap, yaitu tahap pertama 30 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 30 persen," rincinya. 

Tahun sebelumnya, disalurkan dalam 4 tahap, yaitu 20  persen, 40 persen, 20 persen dan 20 persen. 

Diuraikannya, tujuannya adalah agar dana lebih cepat sampai ke sekolah dan langsung digunakan untuk membiayai kegiatan belajar mengajar sekolah. 

Disamping itu mekanisme penyaluran tahun ini mendukung Konsep Merdeka Belajar, yaitu 70 persen dana BOS disalurkan pada semester I (tahap 1 mulai Januari dan tahap II mulai April).

Juga, meningkatkan akurasi data karena penyaluran menggunakan data yang diinput oleh sekolah sendiri melalui aplikasi BOS dan menjaga akuntabilitas karena tetap ditatausahan dalam APBD.

Diuraikannya, Penyaluran BOS tahun 2020 di wilayah Kalsel dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarmasin  langsung ke rekening sekolah seperti sebelumnya. 

Tahun ini, alokasi BOS reguler untuk tingkat SD/MI adalah Rp 900 ribu per siswa, SMP/MTs Rp 1,1 juta per siwa, SMA Rp 1,5 juta per siswa, SMK Rp 1,6 juta per siswa dan Diksus Rp 2juta per siswa. 

Jelang UNBK di Kalimantan Selatan, Sebanyak 25 Siswa SMAN 1 Anjir Pasar Ngekos Belum Ada Solusi

Sempat Akui Mencekam, Berikut Cerita Mahasiswa Kalimantan Selatan Sebelum Dijemput Tim Indonesia

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kota Banjarmasin Siap Pensiun Dini untuk Maju Pilkada

Mengenal Komunitas Pendonor Darah Gratis di Tapin Kalimantan Selatan

Perlancar Arus Buat Jemaah Haul Sekumpul, Pemprov Kalsel Ikut Andil Perbaiki Enam Jembatan

HEBOH Skull Breaker Challenge! Aksi Viral yang Bisa Berujung Kematian, Ingat Tak Usah Ikut-ikutan!

Isu Dipecat dari LIDA 2020, Postingan Inul Daratista Seret Nama Dewi Perssik & Soimah, Iis Dahlia?

BOS Reguler digunakan untuk keperluan pembelian alat multimedia pembelajaran, pemeliharaan dan perawatan sarpras sekolah dan penerimaan siswa didik baru. BOS kinerja diberikan kepada sekolah yang berkinerja baik dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga tercapai standar nasional pendidikan. Sedangkan BOS Afirmasi diberikan untuk mendukung operasionalisasi sekolah di daerah 3 T (tertinggal, terluar dan terpencil). 

Bagaimana kini proses pencairan BOS tahaon I di tahun 2020 ini? 

“Alhamdulillah, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahap 1 di Kalsel sudah tersalur sebesar 30 persen atau Rp 175 miliar lebih untuk 3.295 sekolah pada Jumat tanggal 14 Februari 2020 kemarin,” jelas Usdek Rahyono, selaku Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel. 

Lebih lanjut Usdek menyampaikan bahwa Kalsel merupakan provinsi yang telah mendapat rekomendasi penyaluran BOS  terbesar di wilayah Kalimantan untuk tahap I ini. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved