Kriminalitas Regional

Ratusan Siswanya Mati-matian Lawan Maut saat Susur Sungai, Guru Ini Malah Pergi ke ATM Tranfer Uang

Ratusan Siswanya Mati-matian Lawan Maut saat Susur Sungai, Guru Ini Malah Pergi ke ATM Tranfer Uang

Editor: Didik Triomarsidi
Tribunjogja.com/Hasan Sakri, Hendy Kurniawan
Salah satu tersangka yang jadi pembina Pramuka SMPN 1 Turi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ratusan siswa yang anggota Pramuka SMPN 1 Turi Sleman mengalami tragedi memilukan saat kegiatan susur sungai.

Terungkap fakta baru, yaitu posisi tersangka sekaligus pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman saat tragedi susur sungai.

Tak ada yang menyangka jika IYA yang merupakan pembina Pramuka SMPN 1 Turi tega meninggalkan murid-muridnya yang tengah melakukan susur sungai.

Melalui pengakuannya kepada polisi, saat tragedi susur sungai terjadi pembina Pramuka ini justru pergi untuk kepentingan pribadinya.

Gaya Ahok BTP, Komut Rasa Dirut Disorot, Andre Rosiade: padahal Ada 11 Orang Direksi di PT Pertamina

VIRAL Kapolresta Balikpapan Menangis saat Gendong si Bungsu, 6 Anak di Kaltim Mendadak Yatim Piatu

77 Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Jijik Sekali, Tetapi Kami Tak Bisa Melawan!

Terungkap jika IYA guru olahraga di SMPN 1 Turi ini malah pergi untuk mentransfer uang di bank.

Fakta tersebut disampaikan Wakapolres Sleman Kompol Akbar Bantilan saat konferensi pers Selasa (25/2/2020).

"Justru IYA tidak ikut turun (ke sungai), bahkan pergi keperluan transfer uang di bank.

Setelah kejadian baru datang untuk ikut membantu.

Padahal kejadian itu sekejap, pembina yang ikut turun pun ikut terseret," bebernya.

Fakta tersebut semakin membuat banyak pihak geram dengan perbuatan pembina Pramuka ini.


Kolase foto tersangka dan tragedi susur sungai (Dok.Pusdalops DIY, TribunJogja.com/Hasan Sakri)

Tak hanya itu sebagai orang yang memiliki sertifikat kursus mahir dasar seharusnya dirinya dan kedua rekannya bisa mencegah peristiwa nahas ini terjadi.

Ketiga tersangka tersebut disebut telah lalai dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya.

"Ketiga pembina ini sama sekali tidak ada kesiapan, sementara gejala alam sudah terbaca, cuaca mendung, dan ada tanda gerimis, dan siswa hanya bisa menurut," ujarnya.

"Ketiganya punya sertifikat dalam hal kepramukaan tapi kesiapan itu yang tidak dipikirkan dan berdampak pada siswa-siswi," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved