Berita Banjarmasin
Dewan Kalsel Minta Perbankan Genjot KUR untuk Sektor Kelautan dan Perikanan
Dewan Kalsel Minta Perbankan Genjot KUR untuk Sektor Kelautan dan Perikanan
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalsel kumpulkan perwakilan industri perbankan dan stakeholder terkait dalam rapat audiensi membahas optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Senin (2/3/2020).
Salah satu persoalan yang mencuat dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo tersebut diantaranya masih belum meratanya sektor usaha rakyat yang terjamah KUR.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, M Yani Helmi nyatakan masih banyak masyarakat dari kalangan nelayan yang belum dapat optimal merasakan manfaat KUR.
• Ariel NOAH & BCL! Jadwal Tayang Indonesian Idol 2020 Live Streaming RCTI, Penentuan Juara Malam Ini
• Kebohongan Syahrini pada Reino Barack Sebelum Lagu Seumur Hidupku Dirilis Diungkap Aisyahrani
• WNI Terinfeksi Virus Corona Setelah Kontak dengan Warga Negara Jepang, Rumah di Depok Diisolasi
Padahal potensi usaha di sektor kelautan dan perikanan di Kalsel menurutnya begitu besar jika dikembangkan untuk seluruh segmen nelayan khususnya untuk nelayan berskala mikro agar bisa naik kelas.
"Buktinya banyak nelayan luar Kalsel yang ikut mencari ikan di wilayah kita, artinya potensinya besar," kata Politisi Golkar yang akrab disapa Paman Yani ini.
Disampaikan Paman Yani, masih banyak Perbankan yang belum menggali potensi penyaluran KUR untuk segmen tersebut di kawasan pesisir Kalsel termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Kalsel, Bank Kalsel.
Ia akui banyak pertimbangan dari sisi bisnis perbankan untuk masuk dan berinvestasi di lokasi yang tak mudah dijangkau, belum lagi soal risiko kredit macet di sektor tersebut.
Namun Ia meminta Perbankan tak menyerah dan berkoordinasi dengan Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk invetarisir dan identifikasi individu atau kelompok nelayan mana yang potensial diajak bermitra dan disuntik aliran dana KUR.
Direktur Operasional Bank Kalsel, Fatrya Putra akui penyaluran KUR melalui Bank Kalsel untuk segmen nelayan di sektor kelautan dan perikanan selama ini masih kecil.
"Baru 4 persen saat ini sektor perikanan," kata Fatrya.
Salah satu kendala utama penyaluran KUR untuk segmen nelayan menurutnya disebabkan ketidakpastian pendapatan para nelayan yang dipengaruhi banyak faktor termasuk kondisi cuaca dan yang lainnya membuat sulitnya membuat proyeksi pendapatan segmen tersebut.
Kondisi ini dinilai berpotensi membuat resiko kredit macet dari sektor kelautan dan perikanan agak lebih tinggi dibanding sektor lainnya seperti perdagangan dan pertanian.
Walau demikian, masukan dari para Wakil Rakyat menurut Fatrya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Bank Kalsel untuk bisa genjot penyaluran KUR agar lebih merata ke berbagai sektor.
"Ini tentu menjadi bahan evaluasi lagi untuk kami, akan dipelajari lagi," kata Fatrya.
Dimana Bank Kalsel Tahun 2020 ditargetkan menyalurkan KUR senilai Rp 500 miliar di Kalsel dan hingga dua bulan pertama Tahun 2020 sudah terealisasi senilai kurang lebih Rp 46 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/20200302dhody-rapat-audiensi-komisi-ii-dprd-kalsel-be.jpg)