Berita Kabupaten Banjar

Pengamen-Pengemis Masih Kerap Beraksi di KWK Kuliner Martapura, Begini Harapan Pedagang Setempat

Pengamen-Pengemis Masih Kerap Beraksi di KWK Kuliner Martapura, Begini Harapan Pedagang Setempat

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Suasana KWK Barokah di Jalan Sukaramai, Martapura, yang cukup ramai. Tempat kuliner percontohan ini (bangunan tahap dua) diresmikan penggunaannya oleh Bupati Banjar, Kamis (27_2) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bangunan tahap dua Kawasan Wisata Kuliner (KWK) Barokah, di Jalan Sukaramai, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah diresmikan pengoperasionalannya, Kamis (27/2/2020) pekan lalu.

Meski menjadi percontohan kuliner di Kabupaten Banjar dan dilengkapi fasilitas memadai, namun kunjungan belum begitu ramai.

Hal itu diutarakan para pedagang KWK Barokah, termasuk mereka menempati bangunan yang dibangun tahap pertama yang diresmikan sejak sembilan lalu, tepatnya pada 2 Mei 2019.

"Selain memang belum banyak orang yang tahu tempat ini, juga dikarenakan masih adanya pengamen dan pengemis yang beraktivitas di tempat ini," ucap salah seorang pedagang makanan di KWK Barokah, Senin (2/3/2020).

Kegelisahan Betrand Peto di Malam Hari Diungkap Ruben Onsu, Efek Putra Sarwendah Lihat Adiknya Sakit

Penyebab Sule Batal Nikah Lagi Diungkap Pengacara Ayah Rizky Febian, Calon Pengganti Lina Disinggung

Krisdayanti Buka Suara Soal Beberapa Kali Dapati Pesannya Tak Dibalas Aurel & Azriel Hermansyah

Ia berharap pihak Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD PBB) atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan.

Pasalnya, aktivitas pengamen dan pengemis menyebabkan kekurangnyamanan bagi kalangan pengunjung.

Hal tersebut juga ditegaskan Zainuddin kepada jurnalis seusai menerima sertifikat penempatan kios mewakili pedagang KWK Barokah oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman, Kamis pekan lalu.

"Harapan kami kalau bisa ada petugas trantib (Satpol PP) yang ngepos di KWK Barokah," cetusnya.

Zainuddin menempati kios/lapak nomor 48 bangunan tahap dua KWK.

Sebanyak 46 lapak pedagang makanan yang tersedia pada bangunan tahap dua tersebut.

Ini dua kali lipat lebih dibanding kapasitas bangunan tahap pertama yang hanya 18 lapak. Desain lapak sederhana namun tertata secara rapi berukuran sekitar 2x2 meter.

Dikatakannya, pengunjung kerap mengeluh oleh aktivitas pengemi dan pengamen yang kerap datang tak mengenal waktu.

"Kami sering menegur, tapi ada saja yang malah marah-marah. Karena itu sebaiknya ada penugasan trantib di sini, minimal satu orang," tandas Zainuddin.

Harapan lainnya yakni penggencaran promosi oleh PD PBB atau instansi terkait lainnya.

"Tempatnya memang enak, bersih dan lengkap. Air bersih nyaman, listrik nyaman tapi jualan masih sepi. Kalau bisa diumumkan terus agar banyak yang tahu," ucap Arbainah, pedagang KWK Barokah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved