Breaking News:

Kriminalitas Regional

Massa yang Beringas Bakar Kantor Bupati Waropen, Polisi Lepaskan Tembakan, Terungkap Ini Penyebabnya

Massa yang Beringas Bakar Kantor Bupati Waropen, Polisi Lepaskan Tembakan, Terungkap Ini Penyebabnya

Istimewa
Massa membakar kantor Bupati Waropen, Papua, Jumat (6/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAYAPURA - Massa merusak dan membakar kantor Bupati Waropen dan kantor pemerintahan yang ada di sekitarnya, Jumat (6/3/2020) pagi.

Petugas kepolisian yang mencoba membubarkan massa sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

"Sempat kami redam aksi tersebut dengan beberapa kali tembakan peringatan dan saat ini situasi sudah kondusif. Kami juga lagi telah kumpulkan dan selanjutnya akan berikan pemahaman dan arahan," ujar Kapolres Waropen AKBP Suhadak, saat dihubungi melalui telepon, Jumat.

Mengenai pemicu aksi tersebut, Suhandak menyatakan, hal itu masih terkait dengan penetapan Bupati Waropen Yeremias Bisai sebagai tersangka kasus gratifikasi oleh Kejaksaan Tinggi Papua.

BREAKING NEWS: Orang Indonesia Positif Terjangkit Virus Corona Bertambah 2, Sekarang Jadi 4 Pasien

VIDEO Viral Risma Emosi dan Marah-marah ke Gubernur Jateng, Ganjar: Sampeyan Kenapa Sering Marah?

Motif Pembunuhan Menantu di Batola Terungkap, Sang Mertua Ternyata Kesal Korban Ancam Bunuh Anaknya

"Pemicu perusakan ini lantaran mereka tidak terima adanya penetapan status tersangka terhadap bupati atas kasus gratifikasi," kata dia.

Mengenai jumlah kerusakan, Suhandak belum dapat menginformasikannya karena saat ini petugas masih melakukan pendataan.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi Papua menetapkan Bupati Waropen Yermias Bisai sebagai tersangka penerima gratifikasi yang terjadi sejak 2010.

Total gratifikasi yang diduga telah diterima Yermias mencapai Rp 19 miliar.

"Kami menetapkan seorang bupati dengan inisial YB sebagai tersangka. Selanjutnya kita akan perampungan dugaan gratifikasi yang diterima oleh pejabat negara itu," ujar Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Alex Sinuraya, di Jayapura, Kamis (5/3/2020).

Proses penyelidikan kasus tersebut telah berjalan beberapa tahun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved