Selebrita
Aktor Tom Hanks dan Sang Istri, Rita Wilson Positif Virus Corona, Sebut Dirinya Diisolasi
Kabar mengejutkan datang dari aktor Hollywood, Tom Hanks dan istrinya, Rita Wilson didiagnosis Virus Corona atau Covid-19
Pihak studio kini telah bekerja sama dengan agensi kesehatan di Australia untuk memastikan semua staf produksi aman.
Pernyataan lengkap Warner Bros berbunyi:
"Kami telah mengetahui bahwa seorang anggota dari film Elvis kami, yang saat ini sedang melaksanakan tahap pra-produksi di The Gold Coast, Australia, telah dinyatakan positif menggunakan COVID-19 (coronavirus).
Kami bekerja sama dengan badan-badan kesehatan Australia untuk mengidentifikasi dan menghubungi siapa saja yang mungkin telah melakukan kontak langsung dengan individu tersebut.
Kesehatan dan keselamatan anggota perusahaan kami selalu menjadi prioritas utama kami, dan kami mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi semua orang yang bekerja di produksi kami di seluruh dunia.
Orang yang dites positif COVID-19 saat ini menerima perawatan. ”
* Kisah Dokter Pembongkar Virus Corona
Seorang dokter di Wuhan, China, menceritakan bagaimana dia dibungkam karena membagikan informasi mengenai virus corona.
Informasi yang diberikan Ai Fen kemudian disebarkan oleh mendiang Li Wenliang, dokter yang dianggap pahlawan karena menyuarakan isu itu pertama kali.
Kepada majalah People, direktur departemen darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan itu mengisahkan dia mengunggah hasil diagnosa di WeChat pada 30 Desember lalu.
Dalam unggahannya, Ai melampirkan diagnosa bahwa ada pasien yang mempunyai infeksi pneumonia karena virus corona mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS).
Dilansir SCMP melalui Kompas.com Rabu (11/3/2020), wawancara Ai Fen menyiratkan bahwa otoritas kesehatan setempat melewatkan momen untuk merilis peringatan secara dini.
Wawancara itu dilaporkan dirilis pada Selasa (10/3/2020). Namun dihapus dari WeChat, memantik kemarahan netizen yang mengunggah ulang publikasinya.
Sang Dokter menceritakan, semua terjadi pada 30 Desember 2019, ketika dia melihat banyak pasien dengan gejala mirip flu tak bisa ditangani dengan pengobatan biasa.
Dia kemudian mendapatkan hasil laboratorium, dengan salah satunya mencantumkan sebuah kalimat yang membuatnya berkeringat dingin, "SARS coronavirus".