Wabah Virus Corona

Desakan Lockdown Menguat, #Indonesia_LockdownPlease Makin Menggema, Begini Penegasan Presiden Jokowi

Desakan Lockdown Menguat, #Indonesia_LockdownPlease Makin Menggema, Begini Penegasan Presiden Jokowi

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke kantor Tribun Pontianak, Rabu (18/3/2020). Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan deteksi dini bila terpapar virus corona (Covid-19). Pemerintah tidak melakukan lockdown meski jumlah penderita corona meningkat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jumlah pasien poritif virus corona hingga Sabtu (21/3/2020) kemarin, bertambah 81 orang sehingga ada 450 pasien Covid-19 di Indonesia.

Sedang pasien meninggal dunia ada 38 orang, sementara pasien sembuh 20 orang.

Melihat kondisi tersebut, desakan soal lockdown bergema karena kasus positif virus corona di Indonesia terus meningkat tajam.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penguncian wilayah atau lockdown untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang disebabkan virus corona.

Ia mengatakan, keputusan untuk tidak melakukan lockdown merupakan instruksi Presiden Joko Widodo.

FAKTA WNA Positif Corona Meninggal di Pinggir Jalan Bali, Sakit Diabetes, Hipertensi hingga Paru

Dipercaya Mujarab Sembuhkan Corona, Harga Obat Covid-19 di Toko Online Langsung Melambung

LINK Pengumuman Hasil Tes SKD 521 Instansi, Cek sscn.bkn.go.id & Kisi-kisi Materi Tes SKB dari BKN

"Saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang telah memberikan instruksi kepada Kepala Gugus Tugas, bahwa tidak akan ada lockdown," kata Doni dalam keterangan yang disampaikan lewat sebuah video, Sabtu (21/3/2020).

Doni mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan virus corona.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini meminta masyarakat mematuhi imbauan pemerintah.

Salah satu imbauan itu adalah dengan menjaga jarak atau social distancing dan menghindari kegiatan yang berkerumun.

"Yang paling penting mematuhi kebijakan pemerintah, yaitu social distancing, atau lebih mudah kita bisa artikan jangan saling berdekatan. Dilarang saling berdekatan dan dilarang berkumpul," ujar dia.

"Kalau ini dipatuhi Insya Allah kita bisa mengurangi masyarakat yang terpapar," kata Doni Monardo.

Desakan soal lockdown bergema karena kasus positif virus corona di Indonesia terus meningkat tajam.

Warga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.
Warga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Isu ini sempat menguat juga lewat tagar #Indonesia_LockdownPlease yang menjadi tren di Twitter.

Bahkan, dengan jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 38 orang, maka persentase kematian akibat Covid-19 mencapai 8,4 persen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved