Ekonomi dan Bisnis

Terdampak Pandemi Covid-19, Ekspor CPO Kalsel Menurun

Imbas dari pandemi Covid-19 ini membuat ekspor CPO menurun hampir di seluruh negara tujuan, terutama negara tujuan ekspor Kalsel yakni Cina

kontan
Ilustrasi- ekspor minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) terdampak pandemi Covid-19 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus pandemi Covid-19 atau virus corona di Indonesia kian serius. Hal ini membuat hampir seluruh aktivitas ekonomi terganggu, tidak terkecuali aktivitas perkebunan kelapa sawit.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Selatan (Kalsel), Eddy Sapta Binti mengatakan, di Kalsel saat ini terjadi penurunan ekspor Crude Palm Oil (CPO).

"Data resmi belum kami himpun, namun yang pasti imbas dari pandemi Covid-19 ini membuat ekspor jumlah ekspor menurun hampir di seluruh negara tujuan, terutama ke negara tujuan utama ekspor Kalsel yakni Cina," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (27/3/2020).

Ia menjelaskan anjloknya ekspor CPO selain karena penyebaran Covid-19, kondisi juga ini juga diperparah dengan fluktuasi harga minyak mentah akibat kegagalan kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia terkait pengurangan produksi.

Cegah Covid-19, Kapal Feri Penyeberangan di Alalak Banjarmasin Pun Disemprot Disinfektan

Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru Gelar Jumatan, Masjid Muhammadiyah Ganti dengan Salat Dzuhur

Zaskia Sungkar Pisah Ranjang dengan Irwansyah Diramal Sosok Ini, Terdampak Polemik Medina Zein?

Perut Buncit Gisella Anastasia Disorot Saat Foto Mesra Bareng Wijin, Ini Penampakannya

"Terjadinya pandemi corona yang melanda hampir ke seluruh dunia menyebabkan perlambatan kegiatan ekonomi global, yang berakibat pada penurunan konsumsi minyak nabati, terutama minyak nabati yang diimpor," imbuhnya.

Potensi penanaman kelapa sawit di Kalsel berdasarkan luas areal yakni kurang lebih 549.000 hektare. Dengan sebaran terluas di Kabupaten Kotabaru, Tanahbumbu (Tanbu), dan Tanahlaut (Tala), yang mendominasi hampir 50 persen luas kebun sawit di Kalsel.

Harga CPO saat ini berada di posisi Rp 8.000 per kilogram. Selama setahun CPO Kalsel berhasil diproduksi sebanyak 1,2 juta ton.

Selain CPO, Gapki Kalsel mendorong produksi dan ekspor dalam bentuk olahan (produk) hilir. Menurutnya, industri hilir turunan dari minyak sawit sangat potensial untuk terus dikembangkan.

Saat ini, minyak sawit selain diperlukan untuk bahan pangan (bio-food), juga untuk bahan campuran kimia (bio-oleochemical) dan bahan energi (bio-energi). 

Video Kebersamaan Luna Maya dan Ariel NOAH di Pesta Ultah BCL Viral, Bunga Citra Lestari Sebut Suami

2 Skenario Ibadah Haji 2020 di Tengah Pandemi Virus Corona Disiapkan Kemenag, Tergantung Arab Saudi

Raffi Ahmad Sesak Nafas Terdampak Berita Virus Corona, Kondisi Suami Nagita Slavina Diungkap Dokter

Saat ini di Kabupaten Kotabaru, sudah dua pabrik refinery (sulingan) dan satu unit pengolah biosolar dengan kapasitas olah sekitar 6.500 ton/hari atau 1,95 juta ton/tahun.

Ditambahkannya, dalam jangka panjang minyak sawit akan dibutuhkan dunia karena merupakan penghasil minyak yang paling produktif dan hemat penggunaan lahan dibanding dengan minyak nabati lainnya. (banjarmasinpost.co.id/mariana )

--

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved