Olimpiade 2020 di Jepang

Jadwal Olimpiade 2020 Tokyo Ditunda, Ini Daftar Wakil Bulutangkis Indonesia

Wabah virus corona atau Covid-19 memaksa Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 menunda ajang empat tahunan ini menjadi 2021.

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Alpri Widianjono
AFP/OLI SCARFF
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada partai final All England 2020 yang digelar di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jadwal Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang resmi ditunda gara-gara corona.

Indonesia saat ini memiliki 7 wakil di bulutangkis untuk mengikuti ajang 4 tahunan tersebut, di antaranya Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, Jonatan Christie dan Anthony Ginting.

Bulutangkis meruapakan salah satu cabang yang diandalkan Indonesia untuk meraih emas.

Olimpiade Tokyo 2020 yang rencananya digelar pada 24 Juli-9 Agustus diundur karena pandemi Covid-19.

Rencananya Olimpiade 2020 akan diundur pada 2021 sebelum musim panas. Penundaan teresebut juga berpengaruh terhadap proses kualifikasi setiap cabang olahraga, termasuk bagi atlet Indonesia.

"Sudah ada pemberitahuan resmi dari Presiden International Olympic Committee(IOC) yang menyatakan bahwa Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo ditunda. Atas penundaan ini akan banyak langkah yang harus disikapi terutama pembiayaan," kata Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dalam konferensi pers video dengan media yang dilansir dari Bolasport.com, Senin (30/3/2020).

Indonesia Masters 2020 - Anthony Ginting Akui Semua Pemain Berjuang Keras Demi Lolos Olimpiade 2020

Klub Malam di Jepang Ini Masih Buka, Ternyata Seluruh Pengunjungnya Terinfeksi Virus Corona

"NOC juga sudah menanyakan langsung teknis dari penundaan tersebut karena proses kualifikasi masih ada yang belum selesai. Apakah lanjut atau tidak. Penundaan baru tahu pada 2021, tetapi waktunya belum tahu kapan," ucap Oktohari.

Menurut Oktohari, IOC belum menyebutkan detail dari Olimpiade. Meski begitu, NOC Indonesia sudah melakukan komunikasi intensif tentang banyak hal, terutama penundaan Olimpiade.

"Proses kualifikasi semua diakumulasi ke IOC dan mereka belum membuat kebijakan baru. Ada beberapa kualifikasi yang belum terlaksana terkait Covid-19. Kami sudah ditanyakan, tetapi belum mendapat jawaban dari IOC," tutur Oktohari.

"International Federation (IF) merujuk pada IOC terkait penundaan ini," ujar Oktohari.

Saat ini, NOC Indonesia fokus kepada pandemi Covid-19 dan menghasilkan empat poin.

"Kami ingin mengajak olahraga di rumah yang akan melibatkan stakeholder olahraga Indonesia bersama Kemenpora dan cabang olahraga (cabor). Jadi, ikon-ikon cabor akan dilibatkan untuk mengajak orang-orang untuk aktif berolahraga di rumah," ucap Oktohari.

"Kami juga mengadakan penghimpunan dana untuk para pejuang Covid-19 dan pejuang olahraga yang ada di luar."

"Dalam kesempatan komunikasi dengan media dan influencer olahraga mengajak semua untuk tetap berada di rumah, bekerja dari rumah, olahraga di rumah, beribadah dari rumah, dan dalam setiap ibadah jangan lupa mendoakan pejuang covid yang setiap hari bertemu dengan situasi tidak nyaman," ucap Oktohari.

Tekanan kuat
IOC dan pemerintah Jepang menyerah pada tekanan kuat dari para atlet dan badan olah raga di seluruh dunia Selasa lalu, dengan menyetujui untuk mendorong kembali Olimpiade karena wabah koronavirus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved