Berita Banjarmasin

Cegah Tenaga Medis Terpapar Corona, HDCI Kalsel Serahkan Bantuan APD

HDCI Kalsel menaruh perhatian terhadap perjuangan tenaga medis yang bertugas menghadapi corona dengan memberikan bantuan APD

Tayang:
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
istimewa
Ketua Pengda HDCI Kalsel, Ferdy Perdana secara simbolis menyerahkan bantuan APD untuk petugas medis yang menangani Virus Corona di Banua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap Virus Corona yang juga mewabah di Kalsel bahkan sudah berstatus tanggap darurat, anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) dibawah naungan Pengurus Daerah (Pengda) HDCI Kalsel memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis yang menangani pasien indikasi Virus Corona atau Covid-19.

Ketua Pengda HDCI Kalsel, Ferdy Perdana didampingi Wakil Ketua Pengda HDCI Kalsel, H Asmuni, Sekjen, Rudy Indra Kesuma, Bidang Sosial, Wahyudi Rifani serta Tim Medis Pengda, dr Ahmad Humaini menyerahkan simbolis APD kepada Kepala Kelompok Staf Medik Paru RSUD Ulin Banjarmasin dr Haryati Sp.P yang juga tim medis menangani pasien dalam pengawasan dan positif Corona di RSUD Ulin Banjarmasin

Penyerahan APD simbolis di tempat praktik dr Haryati Sp.P di Jalan Kampung Melayu Banjarmasin, Senin (30/3/2020) siang. Adapun bantuan APD berupa 34 box masker medis, 20 pcs Coat senilai hampir Rp 40 juta yang mana saat ini menjadi kebutuhan mendesak bagi para dokter dan perawat.

Ketua Pengda HDCI Kalsel, Ferdy Perdana mengatakan, melihat kebutuhan APD ini sangat mendesak maka Pengda HDCI Kalsel langsung menggalang dana untuk dibelikan APD dan memberikannya kepada petugas medis yang membutuhkan. Pengda HDCI Kalsel turut berpartisipasi dalam pencegahan virus ini.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batola Pertanyakan Ketersediaan APD untuk Hadapi Covid-19

Wali Kota H Nadjmi Adhani Apresiasi Produksi Pembuatan APD di Banjarbaru

Pemko Banjarmasin Siapkan Ruang Isolasi di RSUD Sultan Suriansyah dan Dana Pembelian APD

“Sesuai instruksi Pengurus Pusat HDCI agar juga berpartisipasi dalam bencana nasional ini, selain menggalang dana untuk bantuan APD juga menghimbau anggota untuk tidak kumpul-kumpul bahkan juga tidak touring,” katanya.

Dirinya berharap kondisi status siaga Corona bisa segera teratasi dan semua menjadi kondusif, dengan demikian aktivitas kembali normal dan lancar. Pengda HDCI Kalsel bersama Pengcab-pengcabnya turut prihatin atas bencana wabah ini.

Tim Medis Pengda HDCI Kalsel, dr Ahmad Humaini bersyukur Pengda HDCI Kalsel cepat tanggap dalam melakukan arahan untuk melakukan physical dan social distancing dengan tidak melakukan touring serta tidak melakukan kopdar sampai suasana membaik, sembari menunggu arahan pemerintah untuk kembali memperbolehkan beraktifitas.

“Pengda HDCI Kalsel cepat tanggap, terutama Ketua Umum, Ferdy Perdana yang pada waktu itu saya sampaikan bahwa tenaga medis khususnya ruang Bougenville atau ruang isolasi untuk covid-19 mengalami kekurangan APD dan langsung berinisiatif menggalang dana untuk membeli APD yang saat ini sangat mahal dan mendapatkannya pun sangat sulit,” kata pria yang akrab disapa dr Umay itu.

Kepala Kelompok Staf Medik Paru RSUD Ulin Banjarmasin, dr Haryati Sp.P mengucapkan terimakasih kepada Pengda HDCI Kalsel membantu supply APD yang mana saat ini minim bagi kebutuhan petugas medis dilapangan.

Dijelaskannya, angka kejadian sangat tinggi dan di Banjarmasin sendiri mulai merangkak naik. Kemungkinan akan dipublikasikan angka positifnya. Namun bukan menjadi kewenangannya untuk menyampaikan hal tersebut.

“Saya cuma bisa mengatakan jumlah pasien semakin bertambah dan menjadi harapan tidak hanya komunitas Harley Davidson yang peduli, tetapi juga komunitas lainnya yang ekonomi mampu dimasyarakat juga turut berpartisipasi. Semua bisa membantu dan mudah-mudahan bantuan tidak berhenti sampai disini, karena wabah ini trennya naik,” bebernya.

Stok APD Penanganan Covid-19 Sudah Didistribusikan ke Rumah Sakit di Kalsel, Cukup untuk 2 Minggu

Seorang Wanita Tergeletak di Jalan, Tim Medis Banjarbaru Datang dengan APD, Ternyata Mengalami ni

Dirinya khawatir seperti Italia dan Amerika yang mana hampir diatas seratus ribu pasien. Di Kalsel sendiri sedikit deteksinya karena masyarakat kurang aktif memeriksakan kondisi kesehatannya, terpenting masyarakat melaksanakan apa yang diarahkan oleh pemerintah seperti tidak perlu keluar rumah, selalu cuci tangan.

“Jangan pakai APD berlebihan, kalau yang sakit oke lah pakai masker medis tetapi bagi yang sehat cukup pakai masker kain,” pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved