Wabah Corona di Kalsel
RSHD Barabai Siapkan Ruang Isolasi, Persiapan Jika Terjadi ini
Menghadapi kemungkinan terburuk jika rumah sakit rujukan tak mampu menampung pasien covid-19, Rumah Sakit Haji Damanhuri menyiapkan kamar isolasi
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pasien positive covid 19 di Kalimantan Selatan bertambah dari lima menjadi delapan orang pada Selasa (31/3/2020).
Jumlah pasien dalam perawatan (PDP) juga ada delapan yang dirawat di rumah sakit.
Pasien covid 19 yang terjangkit ini berasal dari Banjarmasin empat orang, satu diantaranya warga Jakarta.
Kemudian satu asal Kabupaten Tabalong dan tiga dari Kabupaten Banjar.
Beruntung Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami penurunan jumlah orang dalam pemantauan (PDP).
• Lockdown di Rumah, Wajah Ammar Zoni Alami Ini Saat Tidur, Ulah Irish Bella Saat Wabah Covid-19
• Amarah Nia Ramadhani Pecah ke Jessica Iskandar, Istri Ardie Bakrie Ngamuk Gegara Ini
Ter tanggal 31 Maret 2020 jumlah PDP di HST berkurang menjadi 91.
Sedangkan PDP yang sudah selesai dipantau berjumlah 59 orang.
Meski demikian, Rumah Sakit H Damanhuri Barabai sudah menyediakan ruang isolasi tersendiri.
Ruang isolasi ini disiapkan untuk kondisi terburuk di saat rumah sakit rujukan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin dan Rumah Sakit Umum Daerah Anshari Saleh tak mampu menampung pasien covid 19.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah H Damanhuri, dr M Asnal, mengatakan jika ada PDP di Hulu Sungai Tengah harus dirujuk ke rumah sakit rujukan.
Pertimbangannya, RSHD tak memiliki dokter spesialis paru serta APD yang terbatas.
Namun, jika rumah sakit rujukan penuh, pihaknya sudah menyediakan tujuh ruang isolasi.
"Ruang ini merupakan bekas ruang anak yang tidak terpakai dan sudah kami permak," bebernya.
(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rumah-sakit-h-damanhuri-barabai2.jpg)