Wabah Virus Corona
Mengenal Apa Itu Herd Immunity, Teori Perangi Virus Corona yang Sempat Gagal di Inggris
Secara umum, herd herd immunity dapat tercipta bila virus terus menyebar dan banyak orang terinfeksi dan ketika sebagian sembuh, banyak orang akan keb
Mengenal herd immunity (HI) atau kekebalan imunitas, salah satu konsep yang mengemuka untuk memerangi Virus Corona (Covid-19), yang gagal diterapkan di Inggris. (Editor : Rahmadhani)
BANJARMASINPOST.CO.ID - Wacana penerapan herd immunity (HI) atau kekebalan komunitas mengemuka dalam upaya penanggulangan penyebaran Virus Corona (Covid-19).
Dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, herd immunity atau kekebalan komunitas adalah keadaan di mana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penularan penyakit tertentu.
Secara garis besar, herd immunity dapat tercipta apabila virus terus menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan ketika sebagiannya sembuh, banyak orang akan kebal.
• PREDIKSI Puncak Penyebaran Corona, Mampukah Indonesia Mengantisipasinya?
• Kabar Duka, Komedian Inggris Eddie Large Meninggal akibat Positif Corona
• India Lockdown Corona, Rumah Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan Akhirnya Dijauhi Fans
Dengan begitu wabah akan hilang dengan sendirinya karena virus sulit menemukan host atau inang.
Dosen dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Muhamad S. Hakim, dalam Webinar yang diselenggarakan Kamis (2/4/2020) menjelaskan, HI adalah konsep yang ada dalam vaksinologi.
"Tujuannya untuk mencapai berapa proporsi masyarakat minimal yang harus mendapat vaksin agar infeksi penyakit itu bisa dikendalikan transmisinya," ujarnya.
Dia melanjutkan, konsep dasar herd immunity adalah resistensi yang ada dalam sebuah komunitas atau sekeompok orang terhadap penyakit infeksi tertentu. Baik itu disebabkan virus atau bakteri.
"Kalau kita ingin mengeradikasi suatu penyakit infeksi dengan vaksinasi, kita tidak perlu memvaksinasi 100 persen populasi. Akan tetapi cukup melakukan vaksinasi pada level tertentu yang pada level ini sudah cukup menimbulkan resistensi atau kekebalan dalam masyarakat tersebut," tegasnya.
Orang yang sengaja dipilih untuk tidak mendapat vaksinasi adalah golongan yang akan mengalami kontraindikasi dengan vaksin, misalnya orang-orang yang sedang mengonsumsi imunosupresan (obat untuk mencegah atau mengurangi reaksi imun tubuh).
Muhamad menambahkan, orang yang tidak mendapat vaksin juga akan memeroleh manfaat.
"Namanya indirect effect (efek tidak langsung). Karena penularan atau transmisi penyakit akan terblok. Orang yang tidak memiliki kekebalan akan ikut terproteksi," tukasnya.
Meskipun demikian, lanjut Muhamad, hingga kini di dunia belum ditemukan vaksin virus SARS-CoV-2 atau virus penyakit Covid-19. Maka, HI lewat jalan vaksinasi belum dapat dilakukan.
"Herd immunity bisa didapatkan lewat dua cara. Pertama, herd immunity dengan vaksinasi. Kedua, herd immunity alami dan ini memiliki risiko yang mengerikan bila tidak dibarengi pembatasan maksimal," tandasnya.
Dalam kasus Covid-19, ujarnya, basic reproduction number atau angka reproduksi dasar dari virus SARS-CoV-2 yang disebut Ro adalah 3.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petugas-pemakaman-membawa-peti-jenazah-pasien-suspect-virus-corona.jpg)