Berita Kabupaten Banjar
VIDEO Persediaan Beras Banjar Aman dan Tetap Surplus
Kepala Dinas TPH Banjar Ir HM Fachry MP mengatakan persediaan beras masih mencukupi, bahkan produksi dua kali lipat dari kebutuhan
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ekstensifikasi dan intensifikasi budidaya tanaman pangan khususnya padi yang digencarkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mampu mencukupi kebutuhan penduduk setempat.
Bahkan sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang produksi padi di Banjar berlebih atau surplus.
"Alhamdulillah Banjar masih kindai limpuar beras. Produksinya dua kali lipat dari kebutuhan (konsumsi)," sebut Kepala Dinas TPH Banjar Ir HM Fachry MP, Jumat (3/4/2020).
Produksi tahun lalu, sebutnya, sebanyak 260 ribu ton.
• VIDEO Ramah Difabel, Trotoar Baru Sepanjang Jalan Ahmad Yani Mulai Rusak
• VIDEO WFH Diberlakukan, Penjualan Kouta internet Meningkat
• VIDEO Agen di Pasar Lima Banjarmasin Ini Jual Kurma Lebih Murah Rp 10 Ribu
Sementara total kebutuhan atau konsumsi penduduk Kabupaten Banjar (560-an ribu jiwa) hanya setengah dari peoduksi tersebut atau rata-rata 120 kilogram per kapita.
Saat ini di Banjar sedang panen raya padi unggul hasil pertanaman musim hujan (MH) pada Desember 2019 seluas 14.966 hektare (ha) dan penanaman Januari 2020 seluas 9.865 ha.
Seluruhnya adalah padi varietas unggul program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).
"Mulai awal Maret lalu panen raya dan akan berlanjut hingga April. Luasan panennya sekitar 14 ribu ha dari luas tanam 19 ribu ha," papar Fachry.
Lokasi panen tersebar di wilayah Kecamatan Gambut (dominan), Berutungbaru, Tatahmakmur, Kertakhanyar, dan sebagian di Astambul.
Bahkan di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Karangintan telah lebih dulu panen.
Sebagian pertanaman rusak terdampak perubahan iklim (DPI) yakni banjir yang menenggelamkan sejumlah hamparan pertanaman padi akibat tingginya intensitas curah hujan pada awal Januari dan awal Februari lalu.
Fachry menyebut luasan pertanamam padi terdampak banjir tak kurang 4.000 ha. Dari luasan ini 2.329 ha di antaranya puso.
"Terhadap yang DPI tersebut sudah diasuransikan seluas 681,2 ha. Insha Allah petaninya akan dapat penggantian modal tanam sebesar Rp6 jita per ha," tandasnya.
Lebih lanjut ia menuturkan saat ini petani di Banjar juga mulai melakukan penanaman padi lokal.
Sebagian petani telah memulai penanaman sejak Maret lalu dan sebagian lagi bulan ini hingga bulan depan.
Target penanaman pada musim kering (MK) saat ini (April/Mei) seluas 30.743 dan penanaman musim hujan (MH) pada Oktober-Maret) 44.966 ha.
Totalnya sekitar 70 ribu ha.
"Jadi persedian bahan pangan pokok beras kita (Banjar) tak pernah ada masalah, aman. Kita surplus. Banjar lumbung beras di Kalsel dan bahkan memasok ke provinsi tetangga seperti Kalteng," ucap Fachry.
Harga gabah kering giling saat ini agak turun yakni Rp 45-55 ribu per blek (1 blek 11 kilogram padi unggul, 10 blek padi lokal).
Hal ini dikarenakan semua pabrik penggilingan gabah penuh.
Selain tanaman pangan (beras), Banjar juga memproduksi tanaman sayuran datatan rendah seperri kacang panjang, timun bayam, sawi, kangkung, lombok, dan lainnya. Panenannya mencukupi kebutuhan lokal.
"Kalau sayuran dataran tinggi kita memang masih kurang seperti bawang, wortel, kol, dan kentang," sebut Fachry.
Terpisah, Rahmat, petani Banjar, berharap Dinas TPH Banjar kembali melaksanakan demplot budidaya bawang.
Pasalnya komoditas ini berpotensi dikembangkan dan pangsa pasarnya memggiurkan.
"Kemarin memang sudah permah bikin demplotnya tapi kurang berhasil karena faktor alam. Tapi kalau dibarengi tata air yang memadai, saya yakin bisa berhasil," sebutnya.
(banjarmasinpost.co.id /roy)