Wabah Virus Corona
Waspada! Anak-anak Bisa Terpapar Corona Tanpa Gejala, Begini Faktanya
Sekarang ini yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah penularan infeksi virus corona tanpa gejala atau asimptomatik.
Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Virus corona sudah merambah 205 negara dan setidaknya sepertiga dunia harus lockdown karena pandemi covid-19 ini.
Bahkan lebih dari 1 juta penduduk di dunai saat ini harus melawan ganasnya virus yang berasal dari Wuhan China ini.
Sekarang ini yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah penularan infeksi virus corona tanpa gejala atau asimptomatik.
Pasalnya penularan ini disebut-sebut berkontribusi pada cepatnya penyebaran Covid-19 di seluruh dunia.
• Ibu di India Nekat Beri Nama Bayi Kembarnya Corona dan Covid
• Amerika Catat Rekor Kematian Tertinggi, 1.169 Pasien Corona Meninggal
• Listrik Gratis Masih Bisa di www.pln.co.id, PLN : Sudah 8,5 Juta Pelanggan Sukses
Pemerintah di masing-masing negara juga terus mendesak warganya untuk mematuhi aturan jarak sosial untuk menghambat penyebaran virus corona.
Sebab, virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 ini sangat berbahaya.
"Ada penularan signifikan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala," kata Stephen Morse, ahli epidemiologi di Columbia University, melansir Science Alert, Sabtu (4/4/2020).
Satu kelompok potensial yang dapat menjadi pembawa asimptomatik virus corona adalah anak-anak.
Sebab, sejauh ini, anak-anak yang paling jarang mudah terserang virus corona.
Akan tetapi, beberapa dari mereka mungkin mendapatkan infeksi yang sangat ringan, sehingga kemudian menyebarkan virus corona ini.
Prevalensi penularan asimptomatik bukan pertanda baik bagi upaya dalam menahan penyebaran virus corona secara global.
Seperti sebuah artikel yang ditulis Bill Gates yang diterbitkan New England Journal of Medicine.
"Itu berarti Covid-19 akan jauh lebih sulit ditangkal daripada sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) atau sindrom pernapasan akut yang parah (SARS), yang disebarkan jauh lebih efisien dan hanya oleh orang bergejala," kata Gates.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, mengamati 36 anak yang dites positif virus corona, SARS-CoV-2.
Sampel tersebut diambil antara 17 Januari hingga 1 Maret di tiga rumah sakit di China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-parah-seorang-ibu-dan-dua-anaknya-di-as-tewas-akibat-terinfeksi-virus-corona.jpg)