Berita Kalteng
Warga Takut Keluar Rumah, Segini Pendapatan Pedagang di PPM Sampit
Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng ) mengalami perlambatan ekonomi sebagai dampak dari merebaknya Covid-19 yang terjadi saat ini.
Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Perekonomian Kalimantan Tengah ( Kalteng ) kini mengalami perlambatan yang dipengaruhi akibat menurunnya aktivitas warga Bumi Tambun Bungai keluar rumah karena rawan terpapar virus corona atau Covid-19.
Bank Indonesia Kalteng melakukan analisis dari sektor ekonomi yang mengalami perlambatan akibat merebaknya virus corona tersebut, dengan melihat dari berbagai sektor usaha masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan akibat penyebaran Covid-19 yang juga melanda Kalteng.
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kalteng, Yudo Herlambang, Selasa (7/4/2020) ,mengungkapkan, Provinsi Kalteng mengalami perlambatan ekonomi dampak merebaknya Covid-19 yang terjadi saat ini.
"Melambatnya perekonomian global dan nasional, tidak terkecuali Kalimantan Tengah juga sama," ujarnya.
Diungkapkan, ekonomi Kalteng diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,6-6,0 persen years no years namun melambat dibandingkan prakiraan sebelumnya yang berada pada kisaran 6,0-6,4 persen years no years dan capaian tahun 2019 yang tumbuh sebesar 6,16 persen years no years.
• Update Corona Kalteng : Satu Orang Positif Covid-19 dari Bartim adalah Kluster Gowa
• Fakta Klaster Gowa Pada Pasien Virus Corona di Provinsi Kalsel dan Kalteng
• Update Corona Kalteng : Satu Orang Positif Covid-19 dari Bartim adalah Kluster Gowa
• Tanggulangi Corona, Muhammadiyah Kalteng Bentuk Covid-19 Command Center
"Dari sisi penawaran, melambatnya ekonomi Kalimantan Tengah diprakirakan bersumber dari sektor perdagangan yang terdampak langsung oleh penyebaran virus tersebut dengan melihat dari menurunnya aktivitas masyarakat diluar rumah" ujarnya.
Penurunan transaksi jual beli tersebut dirasakan oleh H Ruslan Abdul Gani, salah seorang pedagang sembako dan barang kelontongan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.
Dia mengaku, pendapatan di tempat usahanya menurun hingga 20-30 persen dari biasanya.
"Sejak sebulan ini, memang sudah ada dampaknya, transaksi jual beli di pasar menurun drastis hingga mencapai 20-30 persen. Sebabnya, pembeli semakin berkurang dalam sebulan ini, terutama dua minggu terakhir. Pasar mulai sepi karena pembeli memilih menyetok barang di rumah, sebagian lagi malah takut ke pasar, karena Covid-19," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pusat-perbelanjaan-mentaya-ppm-sampit-berkurang-warga-di-rumah-menghindari-corona-atau-covid-19.jpg)