Wabah Corona di Kalsel

Warga Kayutangi II Banjarmasin Tolak Kantor Diklat Kalsel Jadi Tempat Penanganan Covid-19

Pertemuan warga dengan Wali Kota Banjarmasin dijadwalkan dilaksanakan Rabu (8/4/2020) pagi terkait tempat penanganan Covid-19.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Aktivitas beberapa warga Kayu Tangi II di depan gedung eks kantor Diklat Pemprov Kalsel, Banjarmasin, Selasa (7/4/2020) malam. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah warga Kayutangi II Banjarmasin, tampak berdiri di depan bangunan eks Kantor Diklat Pemprov Kalsel, Jalan Brigjen H Hasan Basri, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin.

Di depan pintu masuk bangunan tersebut ada satu mobil melintang, sekitar 20 orang memenuhi depan lokasi tersebut.

Di depan pintu bangunan itu juga terdapat satu kertas bertuliskan "Kami warga Kompleks Kayutangi II menolak dijadikan tempat karantina."

Saat ditanyai, Muhtar lufti (72) warga setempat, mengungkapkan, eks Kantor Diklat tersebut ditengara akan dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Alami Batuk, Seorang ABK di Banjarmasin Diperiksa Tim Gugus Tugas Covid-19

VIDEO Warga di Banjarmasin Masih Nekat Beraktifitas Tanpa Masker

Cegah Penyebaran Corona, Admin Medsos Kerja Bakti di Banjarmasin

Tak Bermasker, Warga Banjarmasin Ini Anggap Penularan Corona Berkurang

APD Terbatas, Tenaga Medis Puskesmas di Banjarmasin Pakai Jas Hujan

Karena menurutnya, proses perbaikan tempat itu dilakukan dengan cepat dan dapat dikatakan secara sembunyi-sembunyi.

"Dari kemarin dikerjakan, kami tanya kuli yang kerja tidak tahu juga katanya. Kami curiga karena ada alat penyemprot dan tenda dibawa masuk ke sana," ucapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (7/4/2020) malam.

Diletahui. warga mulai berkumpul di lokasi ini sejak pukul 21.00 Wita.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsekta Banjarmasin Utara, Aipda Adi Sucipto, saat ditemui, menjelaskan, berkumpulnya sebagian merupakan bentuk penolakan terhadap dijadikannya bangunan eks Kantor Diklat Pemprov tersebut.

Menurutnya, hal tersebut lantaran kurangnya koordinasi kelurahan dengan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pertemuan warga dengan Wali Kota Banjarmasin dijadwalkan dilaksanakan Rabu (8/4/2020) pagi.

"Ini belum ada aktivitas, Alatnya juga belum lengkap. Besok pagi warga meminta Wali Kota ke sini," tambahnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved