Wabah Virus Corona

WHO Sebut Diare Gejala Awal Infeksi Corona, Selain Demam, Batuk dan Sesak Napas

Dalam situs resmi WHO disebutkan, sebagian pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami rasa nyeri di seluruh tubuh, hidung tersumbat, pilek

banjarmasinpost.co.id/kompas.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. WHO menyebutkan diare merupakan gejala awal ringan terinfeksi Virus Corona. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, banyak orang yang terinfeksi corona memiliki gejala ringan, salah satunya diare.

Padahal sebelumnya gejala awal terinfeksi Covid-19 adalah yang utama tiga gejala ini, yaitu demam, batuk kering dan sesak napas.

Dalam situs resmi WHO disebutkan, sebagian pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami rasa nyeri di seluruh tubuh, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau pun diare.

“Banyak pasien Covid-19 yang mengalami diare sebagai gejala awalnya dan tidak menunjukkan gejala gangguan pernapasan,” kata dokter spesialis penyakit menular Rajeev Fernando.

Ini 5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes saat Ramadan 1441 Hijriah

Anggota DPRD Sumbar yang Minum Wine dan Nyaris Tabrak Perwira TNI Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Vaksin Antivirus Covid-19 Siap Diujicoba, Bill Gates Danai Penelitian Virus Corona

Pemerintah Kantongi Obat Produksi Dalam Negeri untuk Virus Corona, Bukan Klorokuin

Penelitian yang dimuat dalam American Journal of Gastroenterology juga menyebutkan pasien Covid-19 bisa mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, dan mual-mual.

Gejala diare dialami sekitar 20 persen dari pasien positif Covid-19 yang diteliti. Sisanya mengalami diare sekitar 10 hari setelah mereka mengalami gangguan pernapasan.

“Pada sebagian kasus, gangguan pencernaan, terutama diare, bisa jadi gejala awal Covid-19 dan juga pada di akhir, atau bahkan tidak muncul bersama dengan demam dan gangguan pernapasan,” katanya.

Menurut Fernando, virus memang bisa memperbanyak diri dan berkembang di saluran cerna, seperti halnya saluran napas, serta menyebabkan diare.

Para ilmuwan meyakini virus bisa masuk ke sistem tubuh melalui reseptor, baik di saluran pencernaan atas dan bawah. Di saluran cerna bawah ditemukan 100 kali lipat dibanding di organ pernapasan.

Profesor dan pakar penyakit infeksi William Schaffner mengatakan, jenis diare yang diderita bisa diare saja atau pun diare disertai demam dan sakit perut.

“Jika diare itu muncul di awal, biasanya gangguan pernapasan baru akan dirasakan dalam beberapa hari kemudian,” katanya.

Bila Anda mendadak mengalami diare yang berlangsung lebih dari dua hari, namun tidak yakin hal itu berasal dari makanan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter secara online, tidak perlu langsung ke rumah sakit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Diare Bisa Jadi Gejala Awal Infeksi Corona",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved