Wabah Virus Corona

Virus Corona Bisa Sebakan Kerusakan Jantung, Ini 2 Prediksinya

Virus Corona atau Covid-19 dilaporkan tak hanya menyerang organ paru-paru, namun juga membuat kerusakan pada jantung.

Editor: Rendy Nicko
South China Morning Post
Ilustrasi - Jumlah kasus virus korona yang diketahui melonjak , 259 orang telah meninggal dan 11.791 orang telah terinfeksi di China oleh virus corona baru. 

Editor : Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Dampak terbaru Covid-19 atau Virus Corona terhadap organ tubuh manusia akhirnya diungkap.

Jika sebelumnya Virus Corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 diketahui menyerang organ manusia terutama paru-paru, kali ini disebut telah menyerang jantung.

Dilansir Live Science (9/4/2020), Direktur Kardiologi di Fakultas Kedokteran John Hopkins Dr Erin Michos mengatakan para dokter melihat kasus orang terinfeksi Virus Corona atau Covid-19 tanpa punya riwayat jantung sebelumnya.

Tidak seperti organ paru-paru, kerusakan jantung (yang tidak khas) terjadi pada kasus Covid-19 atau Virus Corona yang ringan.

5 Gejala Virus Corona Ringan, Tanda Covid-19 yang Tak Bisa Diabaikan

Kecenderungannya lebih sering terjadi pada pasien yang memiliki gejala parah dan dirawat di rumah sakit.

Tangkapan layar video seorang petugas medis di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, melakukan shalat saat masih mengenakan APD lengkap untuk penanganan pasien Covid-19.
vTangkapan layar video seorang petugas medis di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, melakukan shalat saat masih mengenakan APD lengkap untuk penanganan pasien Covid-19. (KOMPAS.COM/HANDOUT)

Virus menyerang secara langsung

Michos mengatakan virus corona bersirkulasi dalam aliran darah. Artinya virus itu dapat secara langsung menyerang organ-organ lain termasuk jantung.

Baik sel-sel jantung dan sel-sel paru-paru ditutupi dengan protein yang dikenal dengan angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 ini menjadi pintu masuk bagi virus, termasuk virus corona.

Enzim itu bagai pedang bermata dua, karena di satu sisi sebagai pintu masuk virus, tapi di sisi lain berfungsi sebagai pelindung.

Ketika jaringan dalam tubuh rusak (baik oleh virus yang menyerang seperti virus corona atau dengan cara lain) respons penyembuhan alami tubuh adalah melepaskan molekul-molekul inflamasi ke dalam aliran darah.

Molekul tersebut termasuk protein kecil yang disebut sitokin.

Sementara itu enzim ACE2 bertindak sebagai anti-imflamasi, yaitu menjaga sel-sel kekebalan tubuh dari kerusakan pada sel-sel tubuh sendiri.

Tetapi ketika virus menempel pada protein ACE2, protein ini tersingkir dan mungkin mengurangi perlindungan anti-inflamasi yang mereka berikan.

Jadi virus dapat merusak sel secara langsung dan mencegah tubuh melindungi jaringan dari kerusakan peradangan.

Jika otot jantung meradang dan rusak oleh virus, maka jantung tidak berfungsi.

Para dokter memakai masker dan pakaian medis saat melakukan protes kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani virus corona di Quetta, Pakistan, Senin (6/4/2020).
urPara dokter memakai masker dan pakaian medis saat melakukan protes kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani virus corona di Quetta, Pakistan, Senin (6/4/2020). (NASEER AHMED/REUTERS)

Virus menyerang secara tidak langsung

Virus juga bisa menyerang secara tidak langsung. Michos menjelaskan Covid-19 bisa saja tidak menyerang jantung, tapi menyerang sistem kekebalan pasien.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved