Wabah Virus Corona
Obyek Wisata Religi di Tapin Ditutup Selama Wabah Corona
Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terkenal memilki obyek wisata religi makam karomah dengan sebutan seribu datu.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Anjar Wulandari
Editor: Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terkenal memilki obyek wisata religi makam karomah dengan sebutan seribu datu.
Itu karena banyaknya makam religi para datu yang kerap diziarahi masyarakat di Kabupaten Tapin maupun dari luar daerah Bumi Ruhui Rahayu.
Makam religi yang kesohor dan setiap tahun diperingati ribuan jamaah adalah makam Datu Sanggul di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel.
Pemantauan reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (10/4/2020) lahan parkir roda dua dan mobil kosong.
• ODP Perempuan Disediakan Kamar Khusus, Hanya untuk yang Memiliki Gejala Klinis
• 2010 Desa di Banjar Siap Tanggap Covid-19, Ini Tugas Penting yang Diemban
Kondisi itu berbeda saat reporter Banjarmasinpost.co.id mengunjungi makam Datu Sanggul pada Sabtu (15/2/2020) atau dua bulan yang lalu.
Antrian mobil angkutan umum jenis bus berjejer membawa kelompok rombongan peziarah se Kalsel yang parkir.
Pintu masuk makam Datu Sanggul di depan tertutup. Akses masuk hanya lewat samping dekat musala Datu Sanggul yang terbuka.
Hanya satu keluarga yang berzikir dan berdoa di makam Datu Sanggul. Keluarga dengan dua anak itu merupakan warga Desa Tatakan, tak jauh dari obyek wisata makam Datu Sanggul.
"Sejak 27 Maret 2020 sudah ada edaran dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin yang meminta penutupan wisata religi," ujar Abdul Kadir, juru kunci makam Datu Sanggul ditemui reporter Banjarmasinpost.co.id.
Menurut Abdul Kadir sejak obyek wisata makam Datu Sanggul ditutup, pihaknya melakukan perbaikan, pengecatan dan perawatan bangunan kubah dan fasilitas umum di kawasan makam.
Selama penutupan obyek wisata makam Datu Sanggul, pengunjung yang berziarah dapat dihitung dengan jari.
Warga yang berziarah hanya dari kalangan terdekat saja, tinggal kawasan Kecamatan Tapin Selatan dan wilayah Rantau.
"Kalau sebelumnya banyak, peziarah dari luar daerah yang berdatangan. Apalagi menjelang ramadan dan Idulfitri lebih banyak.
Peziarah menjelang lebaran, biasanya sekaligus mudik ke Hulu Sungai atau sebaliknya mampir berziarah ke makam Datu Sanggul," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/makam-datu-sanggul.jpg)