Barito Putera

Kisah Pemain Barito Putera David Maulana Terkurung Lockdown di Inggris

Pemain muda Barito Putera David Maulana berbagi cerita tentang kondisi Inggris yang saat ini sedang mengalami lockdown.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Eka Dinayanti
Instagram/david maulana
Pemain muda Barito Putera David Maulana 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pandemi virus corona (Covid-19) tidak hanya menghentikan aktivitas kompetisi di Indonesia tapi kompetisi sepak bola lainnya di seluruh dunia juga total disetop sementara.

Termasuk juga di Inggris yang penyebaran virus asal Wuhan Tiongkok ini dianggap sama parahnya dengan negara-negara lain.

Pemain muda Barito Putera David Maulana berbagi cerita tentang kondisi Inggris yang saat ini sedang mengalami lockdown.

Pemain berposisi gelandang ini tinggal di salah satu kota Inggris, Birmingham bersama pemain muda bertalenta lainnya dari Indonesia yang tergabung dalam skuat Garuda Select II.

Selamat dari Degradasi, Real Madrid Lakukan Ini di Laga Pamungkas Liga Spanyol

LIVE STEAMING Instastory Arman Maulana Pukul 20.00, Kevin Sanjaya Lelang Jersey dan Raket

Berangkat sejak awal Desember lalu, kini pemain yang juga anggota tim nasional (Timnas) Indonesia U-18 ini sudah empat bulan berada di Inggris.

"Kalau ditanya kangen tentu ada karena saya sudah sampai 5 bulan di sini," kata David dihubungi banjarmasinpost.co.id melalui pesan singkat.

David mengaku dia dan sejumlah anggota Garuda Seleck II lainnya ingin sekali pulang ke Tanah Air untuk melepas rindu dengan anggota keluarga.

Namun wabah pandemi corona yang melanda Inggris membuat pemerintah setempat melakukan lockdown.

"Di sini masih lockdown jadi belum bisa (pulang) bang," kata David.

David bercerita di Inggris, utamanya London termasuk Birmingham tempat mereka tinggal biasanya ramai kini mendadak sunyi.

Gedung perkantoran, stasiun kereta api, dan pusat perbelanjaan jarang dikunjungi orang saat ini.

Warga memang masih bisa melakukan aktivitas di luar rumah, tetapi ada batasan asal tidak membentuk kelompok.

"Lockdown di sini memang ketat gak boleh keluar lebih dari dua orang," ujar dia.

Bila ada yang melanggar, penegak hukum tidak segan-segan menjatuhkan sanksi untuk pelanggar bisa berupa denda yang berat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved