Lonjakan Covid19 di Kalsel
Hasil Rapid Test Virus Corona ke 1.341 Orang di Kalsel, 163 Reaktif Positif
Hasil Rapid Test 1.341 orang di Provinsi Kalsel, 163 Reaktif positif Virus Corona. Ini yang dilakukan gugus tugas.
Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terkait upaya pencegahan Virus Corona, hingga saat ini tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan rapid test terhadap 1.341 dan hasilnya ada sebanyak 163 di antaranya reaktif positif selebihnya non reaktif.
"Itu termasuk tracking dari ODP, tracking PDP, tracking petugas medis dan kontak erat dengan positif," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, HM Muslim, Rabu (15/4/2020).
Bagi yang hasilnya reaktif positif Virus Corona akan ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri atau di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.
“Bagi yang memiliki gejala klinis tertentu akan dilanjutkan dengan tes konfirmasi berupa tes PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat,” terang Muslim. Pelaksanaan rapid tes dalam rangka tata kelola percepatan pencegahan covid 19 sekaligus pemetaan langkah – langkah yang perlu dilakukan," tandas Muslim.
2 Pasien Meninggal Asal Kota Banjarmasin
ngka kematian akibat pandemi Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (15/4/2020) mengalami peningkatan.
Dari sebelumnya lima kasus, per hari ini menjadi tujuh kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim, Rabu (15/4/2020) mengatakan, dua orang yang wafat terbaru tersebut adalah warga Banjarmasin.
Pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu memang tidak menyebutkan secara terpecinci nama dan hanya menyebutkan kode pasien yang meninggal.
Dimana satu orang merupakan pasien positif yang menjalani perawatan medis di RSUD Moch Ansari Saleh.
Kemudian, satunya lagi masih status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di RSUD Ulin Banjarmasin yang hasil swab metode PCRnya menyatakan telah terinfeksi virus corona.
"Pertama KS Covid-42 yang dirawat di rumah sakit Muhammad Ansari Saleh, perempuan usia 71 tahun dari kota Banjarmasin yang meninggal pada tanggal 12 April kemarin. Kemudian, KS Covid#38 usia 75 tahun laki-laki dari Banjarmasin, yang meninggal 15 April pagi hari tadi," via teleconference di Command Center Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Rabu (15/4/2020) sore.
Fasilitas Karantina ODP Ditolak Warga, Begini Respon DPRD Kalsel
Penetapan Gedung BTIKP milik Pemerintah Provinsi Kalsel di Jalan Perdagangan, Banjarmasin sebagai lokasi karantina ODP sempat mengalami penolakan oleh masyarakat sekitar yang pemukimannya menjadi jalan akses menuju Gedung BTIKP.
Diperlukan mediasi dan diskusi hingga kurang lebih dua jam antara Wali Kota Banjarmasin dan warga hingga akhirnya warga menerima kebijakan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-covid-19-kalsel-hm-muslim.jpg)