Wabah Corona di Kalsel
Perayaan Ekaristi di Kalsel Secara Daring, Cegah Penyebaran Covid-19
Perayaan Ekaristi secara daring memang sesuatu hal yang baru di Kalimantan Selatan, tapi ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gereja Katolik keuskupan Banjarmasin dalam rapat Kuria Keuskupan memutuskan, melakukan pelayanan Perayaan Ekaristi melalui daring dan berpusat di paroki Keluarga Kudus Katetdral Banjarmasin.
Perayaan Ekaristi melalui daring ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Menurut Pastor Kepala Paroki Keluarga Kudus Katetdral, RP Cosmas Tukan MSF, Rabu (15/4/2020), Perayaan Ekaristi secara daring ini tentu merupakan hal yang baru.
Tetapi, lanjut dia, perlu dilakukan agar tidak ada kerumunan sehingga dapat memutus mata rantai wabah tersebut.
"Perayaan Ekaristi secara daring memang sesuatu hal yang baru, tapi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini, perlu kita lakukan," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Ia menambahkan, Perayaan Ekaristi secara daring ini terpusat di Paroki Katetdral.
• Bantu Warga Terdampak Corona, Karina Keuskupan Banjarmasin Bagi Sembako
• Ini Langkah Keuskupan Banjarmasin kepada Umat Katolik untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona
• Dandim 1007 Banjarmasin Kunjungi Kantor Keuskupan Banjarmasin, Ini Tujuannya
• Ribuan Jemaat Katolik Ikuti Puncak Puncak Keuskupan Ke-80 Banjarmasin
Semua Gereja Katolik di keuskupan Banjarmasin yang meliputi wilayah Provinsi Kalsel, lanjut dia, dapat mengikutinya secara daring yang disiarkan melalui youtube.
"Stasi atau wilayah pelayanan yang tidak mendapat akses internet, kami bantu menyiarkan melalui radio dan BanjarTv. Sedangkan untuk stasi atau wilayah yang tidak terjangkau sama sekali, dari keuskupan membantu dengan menyediakan teks panduan untuk beribadah di rumah masing-masing," sambungnya.
Pastor yang juga menjabat sebagai Wakil Uskup ini menambahkan, sampai saat ini untuk pelayanan perminyakan orang sakit baik di rumah atau di rumah sakit, masih tetap dilakukan.
"Sampai saat ini pelayanan sakramen perminyakan khusus untuk orang sakit, baik yang ada di rumah maupun di rumah sakit, masih tetap dilakukan. Tentu, dengan mengikuti standar kesehatan dan sejauh yang bersangkutan tidak sedang dalam situasi mengidap gejala corona. Hal yang sama juga berlakum bilamana ada umat yang meninggal," tambahnya.
Sebagai Imam di Gereja Katedral, setiap hari tugasnya adalah tetap melaksanakan perayaan Ekaristi secara daring dan mendoakan semua orang agar terbebas dari penyebaran virus Corona ini.
Dikatakan juga oleh umat Gereja Katedral, yakni Rudy (39), dirinya selalu mengikuti perayaan Ekaristi secara daring yang dipersembahkan oleh para pastor secara bergantian
"Sejauh ini tidak ada kendala, tetap ibadah seperti biasa. Hanya sistemnya yang berbeda, yaitu melalui online," ujarnya.
Lelaki yang tinggal di Sungai Andai ini juga berharap pandemi corona ini cepat berlalu sehinga semua aktivitas berjalan seperti biasa lagi.
Petugas Keamanan Gereja Paroki Katetdral Banjarmasin, Siagian (42) mengungkapkan bahwa Gereja selalu terbuka untuk umat yang datang berdoa secara pribadi.
"Kami selalu bergantian menjaga dan sejauh ini ada saja yang datang untuk berdoa secara pribadi," ujarnya.
Gereja yang terletak di jalan Lambung Mangkurat ini juga menyediakan tempat cuci tangan di depan gerbang gereja, dengan tujuan untuk digunakan oleh masyarakat umum. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rp-cosmas-tukan-msf-pastor-kepala-paroki-keluarga-kudus-katetdral.jpg)