Breaking News:

Berita Hulu Sungai Selatan

Tidak Ada Pasar Ramadhan, Warga Kabupaten HSS Bisa Beli Secara Online

Kondisi di tengah rawannya penyebaran virus corona atau Covid-19 membuat Pemkab HSS harus melakukan pencegahan kerumunan bila ada Pasar Wadai Ramadhan

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
ILUSTRASI - Aneka kue tradisional di Pasar Subuh Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, H Achmad Fikry, menegaskan, tak ada Pasar Ramadhan untuk bulan puasa tahun 2020.

Kondisi di tengah rawannya penyebaran virus corona atau Covid-19, membuat Pemkab HSS harus melakukan pencegahan kerumunan, maupun kontak fisik dengan menjaga jarak (fisical distancing).

Sebagai solusi, antara pedagang dan masyarakat, bisa melakukan transaksi jual beli menu berbuka puasa secara online.

“Teknisnya, silakan hubungi Dinas Perdagangan,” kata Bupati HSS, H Achmad Fikry, setelah memimpin dialog secara virtual dengan para pengurus masjid, MUI dan Camat, Rabu (15/4/2020).

Dia jelaskan, masyarakat harus menaati imbauan pemerintah, MUI, TNI/Polri, dalam rangka mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut.

Update Covid-19 di HSS, PDP Bertambah Jadi 6 Orang, Satu Kritis

Pengusaha Kabupaten HSS Kucurkan Rp 605 Juta untuk Warga Terdampak Covid-19

Update Kondisi PDP di Kalsel : Total 17, Ada 6 Dirawat di RS H Hasan Basry HSS

Bupati HSS Ajak Pengurus Masjid Dialog Terkait Imbauan Bersama MUI tentang Salat Jumat

Pemkab HSS Siapkan Lokasi Pemakaman Korban Corona, Lokasi Dirahasiakan

Kecuali untuk pasar yang menjual keperluan bahan pokok, keperluan hidup sehari-hari, tak mungkin dilarang.

Sebab, tak hanya pedagang yang perlu mencari nafkah, tapi masyarakatpun memerlukan mereka, sehingga tak mungkin menutup pasar.

Hanya, sela Bupati, tetap harus mengikuti SOP, yaitu rajin mencuci tangan, mengenakan masker, jaga jarak antara pedagang dan antar pembeli.

“Setelah transaksi penyerahan uang, cepat cuci tangan. Dan, cepat pulang setelah berjualan. Demikian juga pembeli, cepat kembali ke rumah jika tak ada lagi kepentingan mendesak,” pinta Bupati.

Sementara itu, Kepala DInas Perdagangan, Sudiono, saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, menjelaskan, jual beli nanti bisa dilakukan melalui kurir makanan maupun kurir.

“Kami akan lakukan pendataan pedagang yang biasa berjualan menu berbuka puasa. Mereka cukup berjualan di rumah atau di kedai masing-masing karena kami tak memfasilitasi tempat berjualan,”jelasnya.

Ditambahkan, data diambil dari yang berjualan di pasar Ramadan tahun llau akan diserahkan ke para kurir, atau jasa membeli makanan online. SUdah ada beberapa pedagang yang menelepon kami,”kata Sudiono. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved