Breaking News

Selebrita

Ramalan Broery Pesolima Soal Glenn Fredly Terbukti, Helmy Yahya Ungkap Ini

Sosok Glenn Fredly yang disebut sebagai pengganti Broery Pesolima oleh Helmy Yahya itu begitu dikenang.

Editor: Murhan
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Penyanyi Glenn Fredly saat tampil dalam Pekan Kebudayaan Nasional di istora Senayan Jakarta beberapa waktu lalu. Kini, suami Mutia Ayu itu telah meninggal dunia 

Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Duka mendalam menyelimuti dunia permusikan Tanah Air karena kepergian sang penyanyi legendaris Glenn Fredly.

Sosok suami Mutia Ayu yang disebut sebagai pengganti Broery Pesolima oleh Helmy Yahya itu begitu dikenang. Bahkan, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, berencana membangun museum khusus untuk mengenang jasa dan perjuangan Glenn Fredly.

Penyebabnya, Glenn Fredly berjasa memperkenalkan Ambon sampai akhirnya ditetapkan sebagai kota musik dunia.

"Glenn memiliki obsesi yang besar, membangun pusat dokumentasi musik. Untuk itu, kami akan mendirikan museum musik yang akan kami sebut Museum Glenn Fredly," kata Richard dalam diskusi virtual bertajuk Jejak Musikalitas Glenn Fredly Untuk Negeri.

Kekayaannya Rp 430 M, Ini Rumah Mewah Agnez Mo yang Terekam Video, Dapurnya Disorot

Herjunot Ali Sudah Jadian dengan Luna Maya? Pada Melaney & Ayu Dewi Bikin Pengakuan Ini

Richard menceritakan bagaimana perjuangan Glenn Fredly meyakinkan jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia.

"Glenn menjadi ikon kami untuk meyakinkan banyak orang dalam perjalanan Ambon hingga menjadi city of music," katanya.

Pelantun lagu "Januari" ternyata bertindak sebagai penyambung lidah antara masyarakat kota Ambon dengan pemerintah.

Glenn Fredly juga disebut bekerja sepenuh hati menjadi katalisator hingga Ambon dicetuskan sebagai kota musik dunia pada 31 Oktober 2019.

"Dia menjembatani ini semua," ungkap Richard.

Selain museum, Richard Louhenapessy juga berniat membuat dokumen resmi tentang perjalanan hidup Glenn Fredly dalam sebuah buku.

Buku itu nantinya akan berisi jasa-jasa dan perjuangan Glenn Fredly selama 25 tahun berkarier di belantikan musik Tanah Air.

"Bukunya ditulis di Jakarta dan ditulis juga di Ambon," tuturnya.

Selain itu, kepergiannya seolah mengungkap banyak hal yang tak diketahui oleh publik.

Salah satunya adalah ramalan mendiang Broery Pesolima pada 25 tahun silam kepada Glenn Fredly yang diungkap oleh Helmy Yahya.

Helmy Yahya mengungkap pertemuan pertamanya dengan Glenn di tahun 90-an.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved