Ekonomi dan Bisnis

Uji Klinis Obat Anti Virus Corona Berhasil, Nilai Rupiah Menguat 175 Poin

Rupiah Jumat sore ditutup menguat 175 poin atau 1,12 persen menjadi Rp 15.465 per dolar AS akibat sentimen positip obat corona

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
KONTAN/Cheppy A.Muchlis
LUSTRASI-Mata Uang Rupiah dan Dolar Amerika.Sempat Melemah, Akhirnya Rupiah Ditutup Menguat Rp 16.430 Per Dolar AS Hari Ini, Jumat 3 April 2020. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan bioteknologi Gilead Sciences, Kamis (16/4/2020) malam mengumumkan uji klinis obat antivirus remdesivir menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengobati Covid-19.

Dampaknya, sebagian besar dari 125 pasien yang diberi obat remdesivir Gilead di sebuah rumah sakit di Chicago telah pulih dan dipulangkan.

Dari kesuksesan itu membawa sentimen positif pada kurs tukar rupiah sat perdagangan akhir pekan, Jumat (17/4/2020).

Pada perdagangan akhir pekan itu nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta dalam kondisi menguat ditopang sentimen eksternal.

Rupiah Jumat sore ditutup menguat 175 poin atau 1,12 persen menjadi Rp 15.465 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.640 per dolar AS.

Moncernya Bisnis Petshop di Banjarmasin, Sebulan Bisa Raup Seratus Jutaan Rupiah

Sholat Jumat saat Pandemi Corona, Seorang Makmum Ambruk Meninggal Dunia Rakaat Kedua

Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 2 Login www.prakerja.go.id, Dibuka Senin 20 April

Cara Cek IMEI di imei.kemenperin.go.id, Beli Hp Wajib Daftar IMEI dan Bayar Pajak

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 15.505 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 15.438 per dolar AS hingga Rp 15.540 per dolar AS.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 15.503 per dolar AS dibanding hari sebelumnya, Rp 15.787 per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo bersyukur nilai tukar rupiah terus menguat pada perdagangan akhir pekan.

"Pergerakan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil dan menguat itu menunjukkan confident yang terus membaik di pasar," katanya dalam jumpa pers daring di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, setidaknya ada empat faktor yang mendorong pelaku pasar percaya terhadap Indonesia.

Perry menyebut kepercayaan pelaku pasar dalam dan luar negeri itu tumbuh karena Bank Indonesia selalu hadir di pasar dan menempuh langkah stabilisasi nilai tukar jika rupiah tertekan, menjadi faktor pertama rupiah stabil.

Kedua, mekanisme pasar yang berlangsung baik, juga sedikit mengurangi kerja bank sentral ini dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Berkurangnya intervensi dalam stabilisasi rupiah itu, kata Perry, juga mendorong cadangan devisa yang kuat yang saat ini meningkat mencapai 120 miliar dolar AS.

Ilustrasi rupiah dan dollar AS.
Ilustrasi rupiah dan dollar AS. (THINKSTOCKS)

Nilai tukar rupiah yang terus menguat, kata Gubernur BI, juga dipengaruhi mulai mengalirnya modal asing masuk Indonesia khususnya dalam pembelian Surat Berharga Negara (SBN), sebagai faktor ketiga.

Fakto keempat, karena langkah pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19 melalui stimulus fiskal dan moneter.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved