Wabah Virus Corona
Virus Corona Ternyata Bisa Mati Sendiri, Ini Kabar Baik dari IDI Soal Covid-19
Kabar baik muncul dari IDI tentang Virus Corona, Covid-19 ternyata bisa mati sendiri.
Editor : Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak merebaknya Virus Corona yang diduga berasal dari kelelawar beserta kotorannya yang terhirup oleh manusia, semenjak itu pula Covid-19 semakin menyebar untuk mencari inangnya.
Kini ada kabar baik muncuk dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di tengah kengerian Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar dengan tak terkendali.
Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Abidinsyah Siregar mengungkapkan bahwa Virus Corona yang menular ke tubuh individu berpotensi Covid-19 bisa mati dengan sendirinya.
• Cara Dapat Paket Internet Telkomsel 108 GB dan Oppo Reno 3, Kuota Gratis Indosat, XL, Axis Ada
• Update Besaran dan Jadwal Pencairan THR PNS, TNI, Polri dan Karyawan Swasta
• Pelanggan 1.300 VA Bisa Dapat Token Listrik Gratis PLN 3 Bulan, Pemerintah Sedang Siapkan Hal Ini
Hal ini bisa terjadi jika sudah melalui 14 hari masa inkubasi Virus Corona yang menyebabkan Covid-19 itu.
Ya, Virus corona yang senang berada dalam keadaan lembap, dingin, dan gelap ini nyatanya sudah menyebar ke lebih dari 200 negara di berbagai belahan dunia.
Akibat hal tersebut, virus corona (Covid-19) telah menginfeksi lebih dari 2,3 juta orang di seluruh penjuru negeri.
Akan tetapi, sistem kekebalan imun individu yang telah tertular virus corona dipertaruhkan selama masa inkubasi 14 hari.
Abindinsyah menjelaskan proses yang terjadi saat tubuh terinfeksi virus corona.
Hal paling penting, perilaku virus adalah mempertahankan kehidupan tergantung inangnya.
"Ada yang berinang di nyamuk, ada yang di burung, sekarang virus corona kan semestinya berinang di hewan yang sebelumnya menjadi inang," ujar Abidinsyah, dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (18/4/2020).
Dalam kondisi saat ini, virus corona ingin bertahan hidup di tubuh manusia, terutama pada paru-paru.
"Setelah menginfeksi, dengan cepat virus corona menyerang paru-paru sehingga ruang dalam paru-paru dikuasai. Hal ini menyebabkan individu gagal napas," ucap Abidinsyah.
Proses ini terjadi sedemikian rupa.
Selain itu, saat sudah menginfeksi, terjadi pertarungan antigen dengan antibodi di dalam tubuh.
"Pertarungan itu akan terjadi seperti lomba sprint. Virus akan bertahan selama 14 hari. Kalau lewat, virus sudah kehabisan kemampuan bertahan, lalu mati sendiri," ucap Abindinsyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)