Barito Putera
Barito Putera Ogah Opsi Kompetisi Tanpa Penonton Digelar
Opsi menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton, menjadi pertimbangan di beberapa negara di Eropa, seperti Inggris, Italia, dan Prancis.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim Liga 1 Barito Putera ikut menjawab kemungkinan PSSI menggelar kompetisi tanpa adanya penonton di tengah masa darurat wabah corona seperti wacana yang berkembang.
Tim laskar Antasari lebih memilih opsi komletisi dihentikan sementara sambil menunggu situasi terkini terkait pandemi corona atau Covid-19.
Opsi menggelar pertandingan tanpa penonton, menjadi pertimbangan di beberapa negara di Eropa, seperti Inggris, Italia, dan Prancis.
Sementara di kawasan Asia, Korea Selatan, dikabarkan akan jadi negara pertama yang akan melakukannya.
Manajer Barito Putera, Mundari Karya, Rabu (22/4/2020), mengatakan kepada Banjarmasinpost.co.id, wacana kompetisi itu akan sulit dilakukan mengingat hal itu tidak sesuai dengan anjuran menjaga jarak untuk memutus mata rantai.
"Bagaimana mungkin sebuah sepak bola tanpa ada penonton dan bisa menjamin virus corona tidak menular kepada pemain," kata Mundari.
• Ultah ke-31 Bertepatan dengan Berdirinya PSSI, ini Harapan Wakil Kapten Barito Putera
• Liga 1 Terhenti, Pemain Barito Putera Sepakati Soal Pemotongan Gaji
• Kisah Pemain Barito Putera David Maulana Terkurung Lockdown di Inggris
• Sumber Virus Corona di Inggris Disebut dari Laga Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions
• Liga Italia Masih Ditunda, Cristiano Ronaldo Malah Pesta di Tengah Pandemi Corona
• Putra Mahkota Arab Saudi Beli Klub Liga Inggris disaat Negaranya Terlilit Utang akibat Covid-19
Walau bisa mengurangi pengumpulan masa tanpa penonton, namun jika kompetisi tetap dilanjutkan di saat wabah corona masih mencekam, maka justru akan membahayakan kesehatan para pemain.
"Iya, memang penonton tidak akan berkumpul, namun pemain masih tetap banyak, jika kedua tim dan official dikumpulkan," ujar Direktur Akademi Barito Putera ini kepada Banjarmasinpost.co.id.
Apalagi para pemain, kata Mundari Karya, sehabis tanding tentu akan kelelahan dan hal itu lebih cepat menyebarkan virus karena imun seseorang yang telah kelelahan akan mudah ditembus oleh virus.
"Siapa yang bisa menjamin keselamatan pemain, jika tetap dipaksakan bermain di saat seperti ini. Lebih baik tunggu situasi terkini saja," kata Mundari.
Dalam sebuah kompetisi, kata Mundari, tentu hal yang dicari adalah output pemain saat berkompetisi.
Jika bagusm maka dia layak untuk tampil membela Indonesia.
"Tentu pemain akan tidak bisa tampil maksimal karena kondisi seperti ini padahal kan yang dicari dari kompetisi adalah sumber daya manusia untuk membela tim nasional ke depan," ujar dia.
Lebih baik, fokus pada pembinaan pemain muda karena tahun ini dan tahun 2021 banyak agenda agenda sepak bola muda seperti salah satunya Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Terpisah, pelatih Barito Putra Djajang Nurdjaman enggan memberikan komentar mengenai dilanjutkannya kompetisi dengan tanpa kehadiran penonton di stadion.
"Nanti saja ah komentar, kan masih wacana," ujar Djanur sapaannya.
Djanur pun berharap tetap pada keputusan PSSI, kompetisi akan dilanjutkan pada Juli nanti kalau masa darurat diperpanjang kompetisi tahun ini akan dihentikan.
"Saya masih berpegang kepada surat PSSI saja, masa darurat sampai 29 Mei 2020, kompetisi dilanjut Juli 2020. Kalau masa darurat diperpanjang, kompetisi tahun ini dihentikan," sambung dia.
PSSI sebelumnya telah menyatakan situasi force majeure sampai Juni 2020 yang membuat Liga 1 2020 dan Liga 2 dihentikan untuk sementara waktu.
Kemungkinan, baru dilanjutkan kembali pada awal Juli 2020 mendatang.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pemain-barito-putera-umainailo-daniel-sekulic-alexander-raki-dan-yasir-pinto.jpg)