Berita Internasional
Kesedihan Raja Salman Ketika Ramadhan 1441 H saat Pandemi Virus Corona
Kesedihan Raja Salman Ketika Ramadhan 1441 H saat Pandemi Virus Corona, Ini Foto suasana Tarawih di Masjidil Haram
Editor : Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Perayaan Bulan Suci Ramadan 1441 H atau 2020 dimulai di tengah pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena wabah Virus Corona.
Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengaku sangat bersedih melihat perayaan Ramadhan 1441 H atau Ramadhan 2020 di sejumlah negara tahun ini yang sangat tidak seperti sebelumnya karena Pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Kesedihan Raja Salman bin Abdul Azis dari Arab Saudi terlebih setelah melihat foto Kabah di Masjidil Haram yang merupakan tempat suci dan kiblat umat Islam sedunia.
• Jadwal Imsak Hari Ini Minggu (26/4) di Ramadhan 1441 H Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya
• Doa Qunut, Tata Cara dan Bacaan Niat Salat Subuh Lengkap Saat Ramadhan 1441 H
• Ini Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh untuk Ramadhan 1441 H, Berikut Syarat Hukumnya di Ramadhan 2020
Raja Salman mengatakan bahwa dia sedih karena umat Islam tidak bisa Shalat Tarawih atau Salat Tarawih bersama di masjid-masjid.
"Saya sedih bahwa bulan suci tiba di tengah-tengah keadaan yang membuat kami tidak dapat melakukan doa bersama dan tarawih di masjid karena tindakan pencegahan untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi Virus Corona," kata Raja Salman.
Negara-negara di seluruh dunia telah menerapkan penguncian (lockdwon) dan penerapan aturan jarak sosial atau social distancing dan physical distancing yang ketat.
Pembatasan itu dilakukan untuk menekan penyebaran Virus Corona yang mematikan itu.
Dia mengatakan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh SPA sebagaimana ditulis dailymail.co.uk.
Namun demikian, tradisi sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menandai dimulainya perayaan.
Muslim yang taat melakukan puasa atau menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga senja selama Ramadan dan berkumpul dengan keluarga untuk berbuka puasa di malam hari.
Ramadan juga merupakan bulan doa di mana umat Islam secara tradisional berkumpul dalam jumlah besar di masjid-masjid, terutama di malam hari.
Tetapi karena Coronavirus, hampir semua negara mayoritas Muslim telah menutup masjid dan meminta orang untuk salat di rumah selain memberlakukan jam malam untuk membatasi penyebaran virus yang mematikan itu.
Perang di Yaman
Di Yaman, delegasi Komite Palang Merah Internasional di Sanaa mencatat bahwa Ramadhan datang ketika negara itu berjuang dengan perang dan penderitaan.
"Orang-orang di seluruh Yaman akan menandai bulan suci Islam tahun ini di tengah-tengah konflik yang sedang berlangsung, penyakit musiman, banjir dan kenaikan harga, di sebuah negara di mana situasi ekonomi tidak memungkinkan dua pertiga populasi mengakses atau membeli makanan yang cukup," kata ICRC, dalam sebuah pernyataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pangeran-arab-saudi-bandar-bin-abdul-aziz-al-saud-berbincang-dengan-raja-salman.jpg)