Berita Tapin

Selada Produksi BUMDes Perintis Raya Tapin Terdampak Covid-19

Budidaya Selada sayuran organik produksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agro Bina Bersama terdampak pandemi virus corona atau Covid-19

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id, mukhtar wahid
Muhammad Eddy Muliadi bersama Selada, sayuran organik produksi BUMDes Agro Bina Bersama Desa Perintis Raya, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalsel. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Budidaya Selada sayuran organik produksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agro Bina Bersama terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

BUMDes Agro Bina Bersama yang terletak di Desa Perintis Raya, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih panen bertahap.

Pengelola BUMDes Agro Bina Bersama, Muhammad Eddy Muliadi mengatakan selama pandemi virus corona, sebagian banyak yang tidak jualan.

"Jadi kami tidak banyak stok persediaan. Bulan ini cuma penghasilan Rp 2 juta. Kalau sebelum pandemi penghasilan satu bulan Rp 7 juta," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (27/4/2020).

VIDEO Terdampak Covid-19, Pembangunan Gedung Baru Klinik Hewan Tanahlaut Tertunda

Kalselpedia : BUMDes Agro Bina Bersama Tapin Ini Kembangkan Sayuran Hidroponik

Sepi Job Bikin Drummer Pas Band Jualan Sayur Keliling, Begini Faktanya

Muhammad Eddy Muliadi mengatakan setelah pandemi wabah virus corona, diperkirakan produksi sayurannya akan meningkat karena orang ramai jualan di cafe-cafe.

"Selada banyak digunakan untuk campuran burger," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Setiap dua pekan sekali pelanggan dari Kabupaten Tabalong mengambil salada hingga 15 kilogram.

Begini Cara Sebagian Warga Kalteng Usir Kejenuhan di Rumah, Memancing atau Tanam Sayuran

Kembangkan Hidroponik Rakit Apung, Sayuran Pakcoy Bisa Panen dalam 30 Hari

"Kalau di Rantau ini dekat tidak banyak paling sekitar 1 kilogram ada juga yang perbatang beli salada," katanya.

BUMDes Agro Bina Bersama mengelola sayuran organik dengan hidroponik terbilang baru, sekitar Oktober 2019 lalu hingga kini sudah terkenal di Rantau dan sekitarnya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved