Ramadhan 2020
Benarkah Tidur Saat Berpuasa Ramadhan Itu Ibadah? Ustadz Abdul Somad Jelaskan Ini
ungkapan Tidur Orang Berpuasa ibadah ini telah berkali-kali dibahas Ustadz Abdul Somad sebelum Ramadhan 2020 ini.
Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama ini ada ungkapan di masyarakat tidur bagi orang yang berpuasa Ramadhan itu adalah ibadah. Benarkah hal demikian? Termasuk saat menjalani ibadah Ramadhan 2020 ini.
Sebenarnya, ungkapan soal ini telah berkali-kali dibahas Ustadz Abdul Somad sebelum Ramadhan 2020 ini.
Satu di antaranya seperti dalam video yang diunggah di Youtube Lajang Channel, Jumat (7/11/2018).
Ustadz Abdul Somad memberikan keterangan jelas terkait ungkapan itu. Agar kita semua bisa lebih bijak dalam menyikapi hadis tersebut.
• Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Berpuasa Tapi Tidak Shalat, Simak Saat Ramadhan 2020 Ini
• Jadwal Buka Puasa Rabu 29 April 2020/6 Ramadhan 1441 H DKI Jakarta & Kota-kota Besar versi Kemenag
“Makin besar masjidnya, makin banyak kipasnya, AC nya makin penuh yang tidur macam ikan sarden.
Kalau dibangunkan langsung baca dalil, ‘tidurnya orang puasa adalah ibadah’,” ucap Ustadz Abdul Somad dalam video itu.
Setelah menggambarkan banyaknya orang menggunakan hadis tersebut sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan saat berpuasa.
UAS menegaskan hadis tersebut daif atau lemah.
Ustaz kelahiran 18 Mei 1977 itu mengkontradiksikan hadis tersebut dengan sejarah Perang Badar.
“Saya sampaikan, hadis itu daif, hadis daif tidak bisa digunakan untuk membenarkan tidur siang berlebihan.
Nabi tak pernah mengajarkan tidur-tidur santai. Perang Badar saja bulan puasa, 17 ramadan tahun kedua,” ucap Abdul Somad.
Ustaz yang dikenal kerap berceramah dengan gaya seperti berorasi itu menegaskan Nabi Muhammad SAW Perang Badar di usia 55 tahun. Dengan usia tak lagi muda, nabi masih bersemangat meski sedang berpuasa.
Sementara, dikutip dari harakah.id, kebanyakan masyarakat masih menganggap bahwa dengan hanya tidur saja, seorang yang berpuasa di siang Ramadan seperti telah melaksanakan suatu ibadah.
Ibadah sendiri artinya adalah bersikap patuh dengan benar-benar menundukkan hati terhadap apa-apa yang datang dari Rasulullah Saw berupa perbuatan menaati perintah atau menjauhi larangan.
Pada prinsipnya, dalam ibadah, semuanya batal, sehingga ada dalil yang memerintahkannya.