Berita Banjarmasin

Penumpang di Terminal Pal 6 Menurun Drastis, Masyarakat Daerah Mengira PSBB Sama dengan Lockdown

Penerapan PSBB di Kota Banjarmasin dirasa berdampak besar menurunkan jumlah penumpang di terminal kilometer 6. Banyak mengira PSBB sama lockdown

Tayang:
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Suasana sepi penumpang di terminal pal 6 Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Banjarmasin berdampak besar terhadap jumlah  penumpang di terminal kilometer 6.

Penumpang yang biasanya melakukan perjalanan ke luar daerah antar kabupaten kota serta antar provinsi menurun drastis.

Hal ini dipicu dengan cepatnya informasi yang didapat masyarakat luar Kota Banjarmasin mengenai penerapan PSBB Banjarmasin. Namun tidak dibarengi pemahaman yang tepat.

Seperti yang diungkapkan Nanang, penjaga loket bus Banjarmasin - Sengayam di terminal pal 6, masyarakat daerah di Kalsel menahan diri datang ke Banjarmasin karena menilai PSBB sangat ketat.

Wali Kota Optimis Bantuan dari Pusat untuk Warga Miskin Banjarmasin Dicairkan Minggu Ini

Pemko Banjarmasin Tambah Kuota Bansos dari 30 Ribu KK Menjadi 52 Ribu KK

Kalsel dan Banjarmasin Masih Tunggu Data Pendaftar Pra Kerja dari Pusat

Di antaranya, ada pemeriksaan identitas, wajib menggunakan masker dan pemberlakuan jam malam. Alasan ini mengurungkan niat mereka melakukan perjalanan Ke Banjarmasin.

"Ada beberapa penumpang yang menanyakan mengenai PSSB ini, mereka mengira ini lockdown, ditutup total," imbuhnya. Padahal hanya pembatasan, namun memang diperketat.

Hal ini juga disayangkan Panani, petugas di loket bus Damri. Ia menghentikan pemberangkatan bus dari hari ini, karena jumlah penumpang yang tidak memadai.

"Kemaren kita cuman dapat lima orang penumpang dari 29 kapasitas kursi yang ada," paparnya.
Ia pun memutuskan menghentikan keberangkatan sementara ini karena tidak mencukupi akomodasi operasional dan biaya lainnya.

Padahal menurutnya setiap bulan puasa dan menjelang lebaran mereka cukup kewalahan menangani jumlah penumpang yang menggunakan transportasi bus.

Nasib serupa juga dirasakan beberapa sopir lainnya. Ubab dan Haji Yani, sopir angkutan tujuan Hulu Sungai Selatan, mereka hanya mengandalkan titipan barang untuk menutupi biaya baham bakar. Tidak jauh berbeda dengan angkutan antar kabupaten kota,

Tujuan antar provinsi juga bedampak sama. Beberapa diantaranya malahan tidak melayani keberangkatan terkait kebijakan pemerinth daerah masing-masing.

Dari pantauan Banjarmasin Post Rabu (29/04/2020) siang, di kawasan terminal pal 6 hanya ada satu dua angkutan umum yang terparkir di depan loket penjualan tiket. Kawasan sekitar pun terlihat lengang.

Sepinya penumpang juga dirasakan ibu Ati. Ia telah menunggu  dua jam lebih keberangkatannya menuju Ampah, Kalimantan Tengah.

"Padahal sudah pesan tiket dari malam tadi, dan ini masih belum berangkat," ungkapnya.

(Banjarmasin post.co.id/Muhammad Tabri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved