Wabah Virus Corona

Kabar 500 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Pasca Ada 2 Tertular Covid-19, Diisolasi di Hotel

500 karyawan PT HM Sampoerna Tbk terdampak pasca adanya dua karyawan meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Editor: Nia Kurniawan
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Jemaah berdoa Qunut Nazilah saat menunaikan Salat Jumat dengan shaf berjarak 1 meter di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020). Meskipun tetap menggelar Salat Jumat di tengah wabah virus corona (Covid-19), Masjid Nasional Al Akbar Kota Surabaya menerapkan sejumlah prosedur yaitu pencucian tangan dengan hand sanitizer, pemeriksaan suhu badan, masuk bilik sterilisasi (penyemprotan disinfektan), dan pemakaian masker serta pemberian jarak (social distancing) 1 meter tiap baris atau shaf jemaah. 

Editor: Nia Kurniawan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasca ditemukan dua karyawan pabrik rokok meninggal terinfeksi Covid-19 sebanyak 500 karyawan PT HM Sampoerna Tbk diliburkan.

Bahkan satu kompleks pabrik PT HM Sampoerna Tbk di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, ditutup.

Surabaya jadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Setelah klaster pasar dan asrama haji, pabrik rokok Sampoerna di kawasan Rungkut, Surabaya, ini berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Penyebab Kasus Virus Corona di Pabrik Rokok Sampoerna Diungkap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Penjelasan PT HM Sampoerna Mengenai Produknya Pasca 2 Pegawai Positif Virus Corona

Update Covid-19 Kalsel, Positif Covid-19 di Kalsel Tembus 170 Kasus

Covid-19 Ganggu Rencana Nikah Luna Maya, Ini Ketakutan Sahabat Dian Sastro Di Usia 37 Tahun

Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan PT HM Sampoerna terkait masalah tersebut.

"Saat ini tracing sedang berjalan. Kira-kira ada 500 orang di pabrik itu (yang berpotensi tertular). Manajemen sudah menutup sementara kompleks (pabrik) itu, karyawannya diliburkan," kata Joni, saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).

Semenjak ditemukannya dua karyawan PT HM Sampoerna yang meninggal karena terjangkit virus corona, Joni menyebut, Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim telah menindaklanjuti temuan itu dan sudah menetapkan sembilan karyawan di kompleks pabrik itu sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Sembilan orang ini sudah menjalani perawatan di rumah sakit," ujar dia.

Kemudian, lanjut Joni, tenaga medis juga menindaklanjuti dengan mengambil sampel swab terhadap 163 orang karyawan lainnya.

Mereka diperiksa menggunakan metode tes polymerase chain reaction (PCR) di laboratorium, sambil menunggu hasil swab yang diperkirakan keluar dalam satu atau dua hari ke depan.

Akhirnya Mbak Tutut Ungkap Penyebab Meninggalnya Tien Soeharto, Putri Presiden Soeharto Sebut Ini

Pandemi Covid-19, Apindo Kalsel Harapkan PHK Pekerja Dapat Ditekan

Selain itu, Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim juga sudah menjalani tes cepat Covid-19 atau rapid test terhadap 323 karyawan lain di pabrik rokok tersebut. Dari 323 karyawan yang menjalani rapid test, 100 orang di antaranya reaktif atau positif rapid test.

"Selasa 28 April 2020, jumlah yang dilaporkan 63 orang yang positif rapid test. Rabu (29/4/2020) sore ada tambahan menjadi 100 orang. Mereka semuanya sudah diisolasi di hotel yang disediakan perusahaan," ujar dia.

Dengan adanya kasus tersebut, ia menyebut pabrik rokok tersebut berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Surabaya.

Sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui dari mana riwayat transmisi atau penularan dua karyawan pabrik rokok Sampoerna yang meninggal karena tertular virus corona itu.

Joni menyebut, Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mendalami temuan tersebut sebagai upaya memutus rantai penularan virus corona.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved