Berita Hulu Sungai Selatan
Terima Curhat Buruh Bangunan, Bupati HSS Beri Bahan Pagan
bagi yang tak terdata di program BLT desa, bisa dimasukkan program BLT Kemensos. Jika tak masuk juga, Pemkab HSS siap kasih bantuan.
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Perhatian serius diberikan Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan, terhadap warga yang sumber mata pencariannya terdampak wabah virus corona atau Covid-19.
Mereka yang tidak terdata di program Bantuan Langsung Tunai (BLT) program Kementerian Desa melalui dana desa, maupun program BLT melalui Kementerian Sosial (Kemensos), bisa melaporkan diri ke Dinas Sosial atau aparat desa.
“Syaratnya, benar-benar terdampak dan sangat memerlukan. Kesulitan memenuhi keperluan dasar keluarga sehari-hari karena kondisi saat ini yang membuat kehilangan sumber mata pencarian,” kata Bupati HSS, H Achmad Fikry, didampingi Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad, pada konfrensi pers di Aula Rakat Mufakat, Kantor Pemkab HSS, Kamis (30/4/2020).
Pertemuan tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Sosial, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Camat Kandangan yang mewakili Camat se Kabupaten HSS, Kades Tibung mewakil para Kades se Kabupaten HSS, serta Asisten Bidang Perekonomia, Sasmi Rifai.
Pada kesempatan itu, Bupati menceritakan menerima sepucuk surat dari seorang buruh bangunan yang ditulis tangan dan dititipkan di pos penjagaan. Buruh tadi curhat (mengadu) tak tak bisa bekerja lagi selama wabah corona.
• Terdampak Corona, Sopir Angkutan Kabupaten HSS Lebih Sering Nganggur
• ASN Kabupaten HSS Antusias Serahkan ZIS, Bantu Warga Terdampak Corona
• Pantau Pasar Rakyat, Bupati HSS Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Tercukupi
• Pemkab HSS Salurkan Bantuan Beras Sejahtera Plus Bonus Paket Sembako
• Bakti Sosial, PGRI Kabupaten HSS Bagikan Masker Gratis
• Proses CPNS Tertunda, Peserta Lulus SKD Kabupaten HSS Sabar Menunggu
Padahal, ada istri, anak dan mertua yang menjadi tanggungjawabnya untuk dinafkahi. Sementara, masih tinggal di rumah mertua.
“Saya hargai kejujurannya dan langsung perintahkan Kabag Kesra untuk mendatangi alamat bersangkutan. Paling tidak memberikan bantuan keperluan dasar dulu, berupa beras. Selanjutnya, bagi yang tak terdata di program BLT desa, bisa dimasukkan program BLT Kemensos. Jika tak masuk juga, Pemkab HSS siap kasih bantuan keperluan dasar hidup,” tandas Fikry.
Diakui, penerima BLT Desa maupun Kemensos, sudah melalui seleksi.
Namun diakui, fakta di lapangan ada yang puas, ada yang tak puas.
Jika ada warga terdampak tak masuk data penerima dua program bantuan tersebut, diimbau segera melapor.
“Silakan jujur kalau memang sangat memerlukan bantuan. Sebab, ada saja yang malu melapor atau karena kurang bergaul, sehingga luput saat pendataan. Prinsipnya, tak boleh ada warga Kabupaten HSS sampai kesulitan memenuhi keperluan makannya,” tandas dia.
Bupati mengatakan, tak perlu lagi ada perdebatan menyalahkan RT atau RW karena pemerintah sudah memiliki solusi bagi yang tak terdata tadi.
Namun yang harus dipahami, satu warga terdampak, hanya boleh menerima satu program pemerintah.
Sedangkan penerima program bansos reguler, seperti PKH, KPM serta jenis bansos lainnya, tak boleh lagi menerima.
Sementara itu, penyaluran BLT dari dana desa, disalurkan mulai hari ini secara tunai di empat desa di Kecamatan Kalumpang dan dua desa di Kecamatan Loksado.
Selanjutnya, bantuan Rp 600.000 tersebut harus digunakan untuk memenuhi keperluan dasar, yaitu membeli beras dan boleh dibelikan untuk kebutuhan konsumtif seperti pakaian.
“Untuk tahap pertama ini berupa uang tunai. Selanjutya, nontunai," tekan Bupati. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bupati-hss-h-achmad-fikry-didampingi-wakil-bupati-syamsuri-arsyad-kamis-3042020.jpg)