Berita Nasional

Fitnah Keji Soal Kematian Tien Soeharto Disebut Mbak Tutut, Putri Presiden Soeharto Ungkap Ini

Sebuah fitnah keji tentang kematian istri Presiden Soeharto, Tien Soeharto Disebut Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut.

Editor: Rendy Nicko
TRIBUN JOGJA
Sebuah fitnah keji tentang kematian istri Presiden Soeharto, Tien Soeharto Disebut Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut. foto : Probosutedjo (kanan) bersama Siti Hardijanti Rukmana, Siti Hediati Hariyadi saat meninjau memorial Jenderal Besar Soeharto yang baru diresmikan di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (8/6/2013). 

Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Mbak Tutut mengaku perlu meluruskan kabar yang beredar selama ini terkait penyebab kematian Ibu Tien Soeharto.

Mbak Tutut menyebut ada fitnah keji yang muncul mengenai penyebab kematian ibu Tien Soeharto. Istri Presiden Soeharto itu meninggal karena ditembak adik-adiknya. 

Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut akhirnya buka suara soal penyebab kematian sang ibu, Tien Soeharto yang juga istri Presiden Soeharto.

Daftar Promo Paket Internet Murah Telkomsel Selama Ramadhan 1441 H, Cara Dapat 10 GB Cuma Rp 12 Ribu

"Lalu saya mendengar berita tersebar, bahwa ibu wafat karena tertembak oleh adik-adik saya. Saya heran, siapa manusia yang tega menyebarkan berita keji tersebut. Demi Allah, apa yang bapak ceritakan, itu yang terjadi. Tadinya saya akan diamkan saja," cuit Mbah Tutut dalam Twitter pribadinya, Rabu (29/4/2020). 

Karena kabar ini terus diulang-ulang, Mbak Tutut pun tergerak untuk menceritakan kebenarannya.  

"Tapi rasanya berita itu semakin diulang-ulang ceritanya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebelum Allah memanggil saya, masyarakat harus tahu kebenarannya. Dan alhamdulillah sekarang ada medsos, yang alhamdulillah saya pun ikut aktif di sana". 

Melalui blog pribadinya, Mbak Tutut lalu menceritakan fakta meninggalnya Ibu Tien yang dia dapatkan dari ayahnya, Soeharto. 

"Siapapun yang membuat cerita itu, dan siapapun yang ikut menyebarkan, kami serahkan pada Allah untuk menilainya. Karena kami meyakini, bahwa Allah adalah Hakim Yang Maha Adil," tukasnya. 

Berikut cerita selengkapnya yang disadur dari blog tututsoeharto.id: 

"Dua puluh empat (24) tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 April 1996, Ibu kami tercinta telah dipanggil Allah SWT.

Pada saat itu saya sedang bertugas memimpin sidang organisasi donor darah dunia (di Prancis dan Kemudian di London). Alhamdulillah, pada saat itu saya menjabat sebagai Presiden Donor Darah Dunia.

Betapa terkejut ketika saya mendengar berita ibu telah tiada.

Pada saat saya berangkat, ibu masih segar bugar. Mendengar kabar lelayu (berita Ibu wafat), saya langsung kembali ke Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Surya Online
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved