Wabah Virus Corona

Penampakan Kulit Chris Woodhead Penuh Tato Rutinitas Selama Lockdown Covid-19

Karantina atau lockdown covid-19 mengharuskan orang di rumah saja, aktivitas dilakukan oleh seorang Chris Woodhead dengan gambar tato.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Chris Woodhead via Kompas.com
Chris menato hampir seluruh tubuhnya. 

Editor: Nia Kurniawan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Duduk di sofa di apartemennya di Walthamstow, London bersama anjingnya, Pingu. Chris Woodhead melakukan rutinitas isi waktu Lockdown Covid-19.

Dampak Covid-19 mengharuskannya usir jenuh selama di rumah.  Dia berusaha menemukan tempat untuk tato baru di tubuhnya yang sudah dipenuhi tato.

Ya, Nyaris tidak ada kulitnya yang bebas tato, mulai dari ujung jari ke telapak kaki, semua seluruhnya ditutupi tato dalam berbagai gaya.

Tato sepasang dadu jatuh di antara jari kaki kanan, pohon kelapa, ikan di sekeliling hati, dan boneka dukun yang melayang di atas buah ceri.

Atasi Covid-19 Minyak Kelapa Murni Hingga Jambu Biji Diuji Klinis, Pil Kina Jadi Obat Corona

Sulit Tidur Saat Pandemi Corona Begini Penjelasannya. Bahaya Ini Mengintai Bila Kurang Tidur

Arteria Dahlan Singgung Aib Najwa Shihab, Sebut Soal Batas Kesabaran Dan Dosa

Chris mulai menato dirinya sejak berumur 18 tahun, sekitar 15 tahun lalu.

Saat tumbuh dewasa, dia terobsesi musik punk. Chris kemudian menemukan Duncan X, ikon tato Inggris yang mempopulerkan gaya dengan hanya menggunakan tinta hitam tebal untuk menggambar ilustrasi kontemporer.

Sebelum karantina wilayah mulai diterapkan, sudah terdapat sekitar 1.000 tato di tubuhnya.

Sekarang dia telah menambahkan 40 tato lagi.

Ketika studio tato di London timur tempatnya bekerja ditutup karena lockdown, dia mengarantina diri dengan istrinya yang sedang hamil, Ema.

Terungkap Asal Nama Ini Profil Ferdian Paleka, Polrestabes Bandung Tegaskan Hal Ini

Kronologi Teror dr Tirta, Kaca Mobil Dipecah Laptop Dan Dokumen Raib, Bersyukur Nyawa Aman

Chris memutuskan untuk menambah satu tato baru per hari selama karantina wilayah diberlakukan.

Setiap sore di sekitar jam 2 dan 4 sore, Chris membuat desain berdasarkan keadaan saat ini.

Dia kemudian menuangkan tinta di wadah dan menyiapkan jarum. Dia siap memindahkan gambarnya ke kulitnya sendiri.

Pada kulit telapak kaki kirinya, Chris menato, "WHEN WILL IT END?" (Kapan ini akan berakhir?) Di bagian paling bawah kaki kanannya terdapat bentuk bulat partikel virus corona.

Di tulang dadanya, Chris harus menahan rasa sakit saat menato National Health Service (NHS) sebagai tanda penghormatan kepada Layanan Kesehatan Nasional Inggris.

Pada hari ke-12 karantina wilayah, Chris menambahkan tato harimau yang sedang meloncat untuk menghormati Joe "Exotic" Maldonado-Passage – bintang film dokumenter Netflix Tiger King, serial populer saat dirinya dan Ema baru saja selesai tonton.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved