Kisah Inspiratif
Ramadan di Kampung Sawah, Jawa Barat, Seruan Tokoh Agama Lebih Didengar
Jacob Napiun (64), tokoh masyarakat Kampung Sawah, mengatakan, warga muslim Kampung Sawah tidak merasa perlu diperlakukan istimewa saat Ramadan.
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjalankan ibadah puasa seperti di bulan Ramadan tahun sebelumnya tentu tak bisa dilakukan warga Kampung Sawah di tengah situasi Covid-19 sekarang ini.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi berlaku di Bekasi, Jawa Barat.
Kampung Sawah juga terimbas.
Jalan Raya Kampung Sawah, saat dikunjungi Tribun tampak sepi.
Banyak warung tutup.
Yang buka tak berani terang-terangan.
Bukan saja karena ini bulan puasa, tapi karena kebijakan PSBB.
• YouTuber Ferdian Paleka Mengaku Ayah Sarankan Serahkan Diri, tapi Saya Kabur!
• Bacaan Doa Lengkap 10 Hari Kedua Ramadhan 1441 H
• Akhirnya China Mau Asal Mula Virus Corona Diselidiki, Pihak Ini yang Diminta ke Wuhan
Warga sedianya beristirahat di rumah masing-masing, menindaklanjuti kebijakan pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19.
Jacob Napiun (64), tokoh masyarakat Kampung Sawah, mengatakan, warga muslim Kampung Sawah tidak merasa perlu diperlakukan istimewa saat Ramadan.
“Teman-teman muslim di sini tidak perlu mengatakan minta dihargai. Dari tahun ke tahun, waktu ke waktu kami sudah saling menghargai,” ujar Jacob.
Pernyataan Jacob dibenarkan Ani, mantan Ketua Rukun Warga (RW) di Kampung Sawah.
Ani bercerita, toleransi antar umat beragama warga Kampung Sawah tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
“Tidak ada yang saling menjelekkan, atau saling memberi pengaruh yang tidak baik,” kata Ani.
Ani mengatakan, warga Kampung Sawah selalu saling menghormati dan menghargai satu sama lain walaupun banyak perbedaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kampung-sawah-jawa-barat2.jpg)