Berita Banjarbaru

BBTKLPP Banjarbaru Dapat Tambahan Reagen untuk 7.500 Tes Swab PCR

Reagen yang diterima BBTKLPP Banjarbaru digunakan guna mengetahui reaksi kimia, dalam mendeteksi infeksi Covid-19.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
humas pemko banjarbaru
ILUSTRASI - Wali Kota Banjarbaru dan wakil melakukan peninjauan BBTKLPP. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sempat stok reagen (cairan untuk proses test swab) menipis, kini sudah ada datang lagi pemeriksaan Covid-19 di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit ( BBTKLPP).

Stok tambahan itu sebanyak 7.500 dibenarkan Kepala BTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

"Iya, datang pekan lalu, sebanyak 7.500 tes. Tambahan reagen mereka dapatkan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Jakarta," kata Slamet Mulsiswanto kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (11/5/2020).

Dijelaskan Slamet, adanya tambahan tersebut, stok reagen di BTKLPP Banjarbaru kini cukup dengan asumsi
sekarang sisanya masih sekitar 6.546 tes atau bisa digunakan untuk 6.546 sampel.

BREAKING NEWS : PSBB Banjarbaru, Batola & Banjar Disetujui, Ini Kata Sekda Kalsel

Pemprov Kalsel Gelontorkan Rp 57 Miliar Bantu Keluarga Terdampak Corona

UPDATE Corona Kalsel Senin : Angkanya Tetap 262 Kasus, tapi Pasien Meninggal Bertambah

May Day, 8 Ribu Orang Buruh Pekerja Terdampak Covid-19, Disnakertrans Kalsel Bagikan 1.333 Sembako,

Diuraikan Slamet, jika dalam sehari laboratorium rata-rata memeriksa 100 sampel, stok reagen yang ada sekarang bisa digunakan hingga dua bulan ke depan.

Reagen tersebut digunakan guna mengetahui reaksi kimia, dalam mendeteksi infeksi Covid-19 dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sebelumnya disebutkan Slamet bahwa BTKLPP Banjarbaru saat ini rata-rata menerima sekitar 70 sampel, yakni sekitar 45 sampel dari Kalsel dan 30 dari Kalteng.

"Sejak beroperasi pada 4 April 2020, kami sudah menerima 1.734 sampel dari Kalsel dan 375 dari Kalteng yang baru kami terima sejak 28 April," runutnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa memang stok kemarin menipis dan kini sudah mulai dipesan.

"Ke depan kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus karena semakin masive nya pemeriksaan," tambah Hanif Faisol Nurofiq.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Berita Terkait :#Berita Banjarbaru
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved