Berita Banjarmasin
RPH Banjarmasin Alami Penurunan Daging Sapi Hingga 50 Persen
Selama pandemi Covid-19 jumlah hewan potong di RPH Banjarmasin menurun hingga 50 persen
Penulis: Leni Wulandari | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rumah potong hewan (RPH) Banjarmasin masih beroperasi sesuai jam operasi potong hewan yakni mulai pukul 22.00 Wita hingga pukul 04.00 Wita.
Meskipun demikian, petugas pemotong hewan, Agus (38), menjelaskan pemotongan hewan masih berlangsung seperti biasa yang dimulai sejak pukul 22.00 malam hingga pukul 04.00 dini hari.
Saat ditanya perihal jam pemotongan tersebut, Agus menjelaskan sebab pasaran yang ada di Banjarmasin memang dimulai beroperasi sejak dini hari.
Agus menjelaskan, daging yang dipotong nantinya akan disuplai ke seluruh pasar yang ada di kota Banjarmasin.
Selama pandemi ini ia mengungkapkan jumlah hewan potong menurun hingga 50 persen.
"Sekarang rata-rata setiap pemilik ternak di sini hanya memotong satu ekor sapi. Kalau dulu bisa sampai tiga atau empat ekor sapi," jelasnya.
• Roy Kiyoshi Tetap Happy dalam Tahanan, Sahabat Kriss Hatta Tegaskan Bukan Pencandu Narkotika
• Adit Korban PHK Dampak Covid-19 di Landasan Ulin Timur, Akhirnya Punya Tempat Tinggal Layak Huni
• Jadwal Pencairan THR PNS, TNI & Polri Jumat 15 Mei 2020, Ini Penjelasan Menkeu
• Bacaan 10 Hari Terakhir Ramadhan 2020, Bisa Dibaca di Malam-malam Lailatul Qadar
Di sisi lain, selama pandemi, Agus menjelaskan tidak ada prosedur khusus yang dilakukan dalam pemotongan hewan.
Menanggapi hal tersebut,Kepala UPT RPH RPU kota Banjarmasin, Agus Siswadi (50), menjelaskan pemotongan hewan memang alami penurunan jumlah hewan potong per harinya.
"Memang selama pandemi Covid-19 ini, jumlahnya menurun. RPH sendiri kurang lebih memiliki 20 pemilik hewan ternak dan setiap kalau pemotongan dulu sebelum wabah Covid-19 mereka bisa memotong dua atau tiga ekor sapi, sekarang rata-rata hanya memotong satu ekor sapi setiap hari," ucapnya.
Ia juga menyampaikan, alasan turunnya pemotongan sapi di RPH yang berada di Jalan Tembus Mantuil, kecamatan Banjarmasin Selatan, kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diakibatkan turut berkurangnya pembeli daging sapi di pasaran.
"Sebab pembeli besar mereka rata-rata adalah pedang pentol dan bakso. Sedangkan sebelum bulanan Ramadhan pun aktivitas berjualan mereka sudah dikurangi. Ditambah memasuki bulan Ramadhan saat ini, jam penjualan jauh lebih dikurangi, otomatis kebutuhan daging sapi juga turun," tambahnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Leni Wulandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rph-banjarmasin-alami-penurunan-daging-sapi-hingga-50-persen-sampah.jpg)