Berita Tanahlaut

Bantuan Kian Deras Mengalir kepada Warga, Sukamta Ingatkan Hal ini Jangan Sampai Terjadi

Mereka adalah warga miskin yang selama ini belum mendapat bantuan seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
humas pemkab tanahlaut
WARGA ceria menerima bantuan yang diserahkan Bupati Tala H Sukamta, Selasa kemarin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menyusul kian kompleksnya dampak ekonomi sejak mewabahnya covid-19, beragam jenis bantuan saat ini mulai mengalir deras kepada masyarakat.

Tak cuma bagi warga miskin, tapi juga pada warga yang terpuruk ekonominya terdampak pembatasan sosial cegah tangkal virus ganas itu.

Selain memunculkan kelegaan di kalangan masyarakat, hal itu juga membiaskan kerisauan.

Ini terkait adanya kemungkinan pendistribusian bantuan yang kurang tepat sasaran maupun yang tumpang tindih.

Gaji Ajudan Betrand Peto Disinggung Nikita Mirzani, Ruben Onsu Juga Sebut Pengawal Sarwendah

Jadwal dan Amalan Malam Lailatul Qadar Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Simak Juga Rahasianya

Erick Thohir Dinasihati Aa Gym Agar lebih Ikhlas Bekerja, Begini Tanggapan Menteri BUMN

"Kadang masih terdengar ada warga yang benar-benar membutuhkan namun tak kunjung dapat bantuan. Karena itu pemerintah kabupaten hingga di desa harus benar-benar mempertajam data," cetus Rustam, warga Pelaihari, Rabu (13/5/2020).

Ia meyakini jika semua instrumen hingga di lini terbawah bergerak cepat, kemungkinan ketidaktepatan sasaran dapat dihindarkan.

"Tentu juga membutuhkan kejujuran bahwa ini menyangkut kemanusiaan," tandasnya.

Hal seperti itu juga menjadi perhatian khusus Bupati Tala H Sukamta.

Dikatakannya, saat ini banyak bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak covid-19.

Di antaranya bantuan pangan non-tunai melalui APBD yang disalurkan pemerintah kabupaten Tanahlaut untuk warga lanjut usia (lansia).

"Lalu, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa serta bantuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," sebutnya.

Mengingat banyaknya program bantuan tersebut, Sukamta mengimbau pendataan benar-benar akurat.

Hal ini untuk menghindari adanya kemungkinan bantuan ganda atau dua kali lipat (double) yang didapatkan warga penerima.

Penegasan seperti itu kerap ia lontarkan dalam berbagai kegiatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved