Berita Kalteng
VIDEO Kerusakan Jalan Lingkar Selatan Arah Sampit-Samuda
Kerusakan jalan lingkar selatan arah Sampit-Samuda mengalami kerusakan parah karena belum ada perbaikan dari Pemprov Kalteng
Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Operasional truk angkutan hasil perkebunan kelapa sawit seperti pengangkut tandan buah segar sawit (TBS) maupun crude palm oil (CPO) yang ada di Kalimantan Tengah , hingga, Rabu (13/5/2020) masih marak beroperasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Keberadaan truk angkutan sawit ini setiap hari masih beroperasi di jalan umum dalam kota yang ada di Sampit, karena beralasan jalan lingkar selatan Sampit, untuk sarana mereka lalui masih rusak sehingga para sopir pengangkut CPO menggunakan jalan dalam kota untuk pengapalan CPO atau membawa angkutan TBS ke Pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara , Kotim.
Yang lebih parah lagi, truk pengangkut hasil kebun sawit tersebut ternyata banyak yang bukan berplat Kalteng, yang mengangkut hasil sawit dengan tonase besar melebihi kemampuan jalan diatas 8 ton, sehingga berpotensi membuat jalan umum menjadi mudah rusak dan sering jadi sorotan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.
Sementara itu, jalan lingkar selatan mengalami kerusakan parah, karena belum dilakukan perbaikan, oleh Pemprov Kalteng, sehingga banyak truk CPO dan pengangkut TBS yang memilih masuk jalan dalam kota sebagai alternatif jalan lewat .
Subandi salah seorang warga Sampit mengaku sering was-was saat berkendaraan, karena, lalu-lalang truk pengangkut CPO dan TBS tersebut sering membuat pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi cemas." Kadang sopirnya ugal-ugalan saat melintas di jalan umum, sehingga sangat membahayakan pengendara umum, karena sering terjadi kecelakaan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)