Berita Viral

Jenis Mesin ATM Ini Bisa Jadi Sasaran, 3 Tips Terhindar Dari Skimming ATM

Skimming merupakan pencurian data nasabah pada kartu debit. Nah, setidakny ada tiga cara bisa dilakukan untuk terhindar dari sasaran skimming ATM.

Editor: Nia Kurniawan

Editor : Nia Kurniawan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Metode skimming adalah pencurian data nasabah pada kartu debit.

Kejahatan ini dialami oleh nasabah sejumlah bank di Indonesia, termasuk di dalamnya adalah bank-bank besar.

Apabila terbukti nasabah menjadi korban skimming, maka bank wajib mengganti dana nasabah yang raib.

Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana.

Dijelaskan, skimming dilakukan dengan memasang perangkat skimmer di slotcard alias lubang tempat memasukkan kartu pada mesin ATM.

Kemudian, data nasabah yang terdapat di dalam kartu debit yang dilengkapi pita magnetik (magnetic stripe) digandakan dengan menggunakan skimmer dan dipindahkan ke kartu baru.

Terungkap Makna Ekspresi Billy Syahputra Dan Amanda Manopo, Malu Dan Ragu

Roy Kiyoshi Lega Ke RSKO Daripada Di Rutan Diganggu Makhluk Halus

Diduga karena Skimming ATM, Uang Ratusan Juta Milik Nasabah Raib

"Mereka menjebolnya (dana nasabah) di luar negeri. Pemain-pemain di Indonesia dipakai sebagai alat saja oleh pemain internasional," kata Heru seperti dikutip Wartakotalive.com dari Kompas.com

Lalu jenis mesin atm apa yang biasanya jadi sasaran ? Lebih lanjut, skimming biasanya dilakukan pada jenis mesin ATM yang lokasinya relatif jauh dari kantor cabang bank, seperti di daerah-daerah yang jauh, hingga di pusat-pusat perbelanjaan.

Pelaku skimming di Indonesia tutur Heru, hanya bertugas memasang skimmer dan datanya dikirim ke luar negeri.

Terkait hal ini, Heru menyebut pengawas-pengawas di OJK secara periodik memeriksa sistem keamanan bank.

Tujuannya adalah untuk menjamin transaksi nasabah aman dan tidak terjadi masalah pada sistem.

Meskipun demikian, hal yang terjadi adalah pelaku menyerang mesin ATM.

Selain itu, Heru juga berpandangan, tidak ada alat untuk mencegah skimming alias anti-skimming.

Sehingga, satu-satunya upaya yang paling efektif untuk mencegah terjadinya skimming adalah mengganti kartu debit dari teknologi pita magnetik ke kartu yang dilengkapi cip.

Sebab, data nasabah yang bisa diambil oleh pelaku kejahatan adalah yang tersimpan di kartu yang dilengkapi pita magnetik.

Daftar Amalan Wanita Haid Demi Raih Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan 1441 H

Pelatih Barito Putera Ajak Cucu Cantik Latihan Sepak Bola di Bandung

Polsek Sungai Tabuk Sebar Info Temuan Mayat ke Lurah dan Kades

"Tidak ada alat anti skimming, yang paling efektif adalah menggantik kartu ATM dari magnetic stripe ke cip. Sampai saat ini (kartu dengan cip) belum bisa digandakan. Kalau diganti ke cip akan lebih aman," tutur Heru.

Ia menjelaskan, OJK pun terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mempercepat penggantian kartu dari pita magnetik ke cip.

Heru menyebut, bank sentral sudah menyetujui percepatan tersebut.

"Memang ada kendala ada bank yang kartunya banyak dan mengganti kartu biayanya antara 1-2 dollar AS," ujar Heru.

Ia mengatakan, apabila terbukti nasabah menjadi korban skimming, maka bank wajib mengganti dana nasabah yang raib.

Bank-bank yang menjadi korban skimming pun telah mengganti dana nasabah yang terdampak.

"Tetapi daripada berulang terus mengganti dana, kartunya lebih baik diganti. Kami sepakat dengan BI akan terus percepat dan koordinasi teknis kapan harus mengganti kartu," terang Heru.

Dugaan skimming Anjungan Tunai Mandiri (ATM), uang belasan nasabah raib di Cengkareng, Jakarta Barat.

Seperti diketahui diketahui, uang belasan nasabah raib ratusan juta rupiah di ATM di Cengkareng merupakan warga Rumah Susun (Rusun) Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat.

Mantan Istri Jadi Target, Simak Bounty Hunter Tayang di Trans TV Malam ini

Reaksi EXO-L Tanggapi Lay Zhang Di Perpisahan Wajib Militer Suho EXO

Mereka jadi korban dugaan skimming ATM di Cengkareng.

Satu di antara korban Septi Yudiana (29) mengungkapkan, ada 19 warga Rusun yang menjadi korban skimming usai bertransaksi menggunakan ATM tersebut.

Kejadian itu sudah terjadi sejak bulan April 2020 lalu.

"Saya sendiri jadi korban pada Minggu (12/4/2020) saat hendak mengecek saldo di mesin ATM BRI tersebut," kata pria yang akrab disapa Yudi itu dihubungi Rabu (13/5/2020).

Tips menghindari skimming

Ahli digital forensik, Ruby Alamsyah mengatakan, kasus kejahatan perbankan metode pencurian akses atau sistem milik orang lain (skimming) di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 2009.

Kasus kejahatan skimming sejak saat itu terus berulang dan memunculkan banyak korban.

Hal itu terjadi karena akses yang mudah bagi pelaku untuk melakukan tindak kejahatan skimming pada mesin ATM.

Menurut dia, terdapat 3 tips agar terhindar kejahatan skimming ATM.

1. Usahakan transaksi ATM di kantor bank

Ruby menjelaskan, pelaku tidak pernah menaruh alat skimming-nya di mesin ATM yang berlokasi di kantor bank.

Sebab, di kantor bank penuh pengamanan dan ramai dikunjungi.

"Kalau mau lebih aman, memastikan kita mengakses ATM itu di mesin ATM yang tanpa alat skimming. Itu mengakses ATM di mesin ATM yang ada di kantor bank," kata Ruby saat dihubungi Kompas.com

2. Rutin ganti PIN

Tips kedua, lanjut Ruby, masyarakat harus rajin secara berkala mengganti nomor pin ATM-nya.

Hal itu agar menyulitkan pelaku mencari tahu nomor pin nasabah.

"Rutin berkala kita ganti PIN, gunakan PIN yang aman dan mudah diingat. Tetapi juga rutin melakukan penggantian nomor PINnya," ujar Ruby.

Kota ini Dihuni 600 Wanita Cantik Usia 20-35 Tahun Dominasi Penduduk di Noiva Do Cordeiro

Fakta Kota orang Mati Dargavs Di Rusia Dan Cerita 7 Kota Mati Lainnya

3. Perhatikan mesin ATM

Pelajari regulasi indikasi mesin ATM yang terdapat alat skimming dari media sosial maupun website lainnya.

Ruby menambahkan, masyarakat harus memahami indikasi alat skimming berada di mesin ATM atau alat-alat yang seharusnya tidak ada di mesin ATM sebelum memasukkan kartu ATM.

"Kebanyakan pelaku itu memasang alat skimming pakai double tape sehingga biasanya kurang rapi gitu yah. Nah kita perhatikan lah apakah ada alat-alat tambahan yang mencurigakan di mesin ATM," ujar Ruby.

Jika ditemukan alat-alat atau hal yang mencurigakan, maka batalkan saja transaksi di mesin ATM tersebut dan ganti dengan mesin ATM lain yang lebih aman.

Terkait hal itu, polisi baru saja menangkap tersangka kasus skimming bernama Ramyadjie Priambodo yang dibekuk di kamar apartemennya di Jalan Jenderal Sudirman pada 26 Februari 2019 lalu.

Saat ditangkap, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya mesin ATM, dua kartu ATM, laptop, dua kartu putih yang berisi data nasabah, telepon genggam, masker, uang tunai Rp 300 juta, dan kerudung.

Ramyadjie memperoleh data-data nasabah dari sebuah komunitas online di pasar gelap (black market) di internet) untuk melakukan aksi pencurian atau akses ke sistem milik orang lain.

Di komunitas online tersebut, Ramyadjie mempelajari teknik skimming dan mendapatkan data-data rekening korban. (*)

 
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul 3 Tips Agar Terhindar dari Kejahatan Skimming ATM Hingga Dijelaskan Cara Kerjanya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved