Berita Banjarmasin

Anggota DPRD Kalsel Ini Ingatkan Pemerintah untuk Bantu Warga Pesisir

Nelayan dan petambak ikan di kawasan pesisir Kalsel sangat terdampak efek pandemi Covid-19.

HUMAS DPRD KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dapil VI, M Yani Helmi atau Paman Yani kunjungi rumah-rumah warga di 8 desa di Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanahbumbu dalam agenda reses door to door. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menindaklanjuti hasil reses di delapan desa di Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanahbumbu pertengahan Mei 2020, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dapil VI, M Yani Helmi, inginkan pemerintah juga fokus pada upaya perbaikan ekonomi di wilayah pesisir Kalsel.

Mengunjungi kepala-kepala desa dan rumah-rumah warga, termasuk para nelayan dan petambak ikan di kawasan pesisir Kalsel, M Yani memastikan segmen masyarakat tersebut juga sangat terdampak efek pandemi Covid-19.

Terbatasnya ekspor akibat pengetatan impor hasil laut di beberapa negara tujuan yang tak terlepas dari efek pandemi global, menurut M Yani, membuat kehidupan masyarakat pesisir termasuk nelayan dan petambak ikan semakin berat.

Karena itu, ia meminta pemerintah khususnya di Provinsi Kalsel tidak memandang sebelah mata efek pandemi Covid-19 yang terjadi kepada segmen masyarakat ini.

Spesifik, ia inginkan anggaran untuk sektor kelautan dan perikanan bisa diperbesar di tahap pemulihan ekonomi nantinya setelah badai Covid-19 berlalu.

Ketum DPP PKB Salurkan 5 Ribu Paket Sembako Untuk Masyarakat Kalsel

Kamar RS Rujukan Covid-19 Penuh, Begini Kata GTPP Covid-19 Kalsel

RS Ratu Zalecha Kewalahan, Pengidap Corona di Kalsel Bertambah 34 Orang

Bandara Sjamsir Alam Kotabaru Ajukan Permohonan Rapid Test ke KKP dan Dinkes

Polres Tanahbumbu Berikan 683 Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Menurut politikus Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani ini, anggaran untuk sektor tersebut saat ini dinilainya masih belum optimal.

"Saya kasih contoh, hari ini Dinas Kelautan dan Perikanan hanya dapat anggaran Rp 14 miliar tahun ini. Tahun sebelumnya Rp 34 miliar, sebelumnya lebih banyak lagi. Nah ini tidak bisa lagi. Bagaimana memperbaiki perekonomian, sementara nelayan, petambak semua terdampak," kata Paman Yani, Sabtu (16/5/2020).

Melangkah dari satu rumah ke rumah warga lainnya selama masa reses ketiganya selama menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Paman Yani mengapresiasi masyarakat dan perangkat desa yang dikunjunginya.

Pasalnya, dari sederet desa yang dikunjunginya termasuk Desa Pulau Panci, Desa Tegal Rejo, Desa Seruga, Desa Mandala, Desa Plajau Baru dan Desa Telaga Sari, masyarakat desa menurutnya sangat aktif berperan memutus rantai penyebaran Covid-19 meski di tengah keterbatasannya.

"Walaupun mereka juga terdampak, tapi sangat aktif sekali. Di setiap desa ada pos pemeriksaan. Desa yang jadi tempat sandar kapal tongkang dibatasi penumpang tidak boleh turun, warga desa yang membelikan keperluan orang-orang di kapal yang sandar," kata Paman Yani.

Kepedulian terhadap upaya memutus rantai Covid-19 ini menurut Pamab Yani sudah sepatutnya dicontoh dan dilakukan seluruh masyarakat di Kalsel jika ingin segera mengakhiri pandemi Covid-19 di Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved