Breaking News:

Lebaran 2020

Naskah Khutbah Idul Fitri 2020 Masa Pandemi Covid-19 Untuk Keluarga dari Lembaga Dakwah PBNU

Khutbah Idul Fitri 7 Menit Selama Pandemi Covid-19 Untuk Keluarga dari Lembaga Dakwah PBNU.

Kolase TribunStyle (Freepik, Gigih Panggayuh)
Ucapan Selamat Idul Fitri 2020/1441 H. Khutbah Idul Fitri 7 Menit Selama Pandemi Covid-19 Untuk Keluarga dari Lembaga Dakwah PBNU. 

Editor: Nia Kurniawan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut khutbah singkat untuk idul fitri di tengah pandemi oleh Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

PBNU menyampaikan khutbah singkat idul fitri untuk keluarga di masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PB Nahdlatul Ulama, Robikin Emhas mengimbau umat Islam, khususnya warga Nahdliyin (pengikut NU) untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di kediaman masing-masing.

Imbauan ini, kata dia, juga sesuai dengan Surat Edaran PBNU Nomor 3953/C.I.034/04/2020 tanggal 3 April 2020 terkait pelaksanaan shalat Tarawih dan Idul Fitri di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah Diri Sendiri & Istri Anak dalam Tulisan Arab & Latin Idul Fitri 1441 H

Hasil Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dapat Dipantau via Link TVRI dan Kemenag

"Prinsipnya kan jelas itu, selama masa pandemi itulah panduan peribadatannya. baik untuk peribadatan Ramadhan, maupun peribadatan saat Idul Fitri," kata Robikin yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Robikin menjelaskan, penularan Covid-19 bisa membayahakan jiwa manusia. Oleh karena itu, PBNU menyarankan agar semua ibadah dilakukan di kediaman masing-masing.

"Maka berarti ada unsur ghuror, unsur bahaya. Unsur bahaya itulah, unsur bahaya yang ada di pandemi corona itulah yang harus dihindari," ujar Robikin.

"Cara menghindarinya adalah menjalankan termasuk salat tarawih di rumah, Idul Fitri shalatnya di rumah, tidak mudik, silaturahmi daring," kata dia.

Robikin mengatakan, ulama tidak memiliki kewenangan menentukan tingkat kerawanan suatu daerah untuk bisa memastikan penyelenggaraan ibadah shalat berjemaah.

Ia pun menyarankan agar keputusan itu dikomunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah setempat.

"Diharapkan pemda (pemerintah daerah) harus ada juga koordinasi, serta para ulama di daerah masing-masing untuk berembuk guna membicarakan dan menyampaikan secara langsung kondisi daerahnya," ucap Robikin.

Hari Raya Idul Fitri 2020 Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ditutup, Arab Saudi Lockdown

Tante Ernie Viral Mirip Yuni Shara Digoda Hotman Paris, Ramai Reaksi Netizen

Luna Maya Rela Lakukan Ini Soal Kesediaan Ariel NOAH, Sosok Ini Ubah Semuanya

Halaman
1234
Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Nia Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved