Berita Banjarmasin
Pemko Banjarmasin Inginkan Jembatan Bromo Jadi Daya Tarik Wisata
Pemko Banjarmasin akan bangun taman dan Jembatan gantung di dekat Pulau Bromo sehingga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisat baru.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah rampungkan tahapan persiapan, Dinas PUPR Kota Banjarmasin akan mulai tahap konstruksi Jembatan Bromo dalam waktu dekat.
Mengalokasikan dana kurang lebih Rp 42 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahun 2020, ada tiga segmen konstruksi yang direncanakan untuk merampungkan Jembatan Bromo.
Pertama, jembatan gantung utama sepanjang 100 meter.
Kedua, jembatan pendekat di masing-masing sisi jembatan dan ketiga ruang terbuka hijau (RTH).
Sesuai namanya, Jembatan Bromo akan menghubungkan dan membuka akses transportasi darat antara Pulau Bromo dengan Kelurahan Mantuil yang sama-sama berada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.
Selama ini, masyarakat yang berdomisili di Pulau Bromo memiliki akses transportasi yang terbatas, hanya melalui jalur perairan.
• Pengerjaan Fisik Jembatan Bromo Banjarmasin Diprediksi April Rampung, Proses Lelang Maret
• Empat Jembatan Besar di Banjarmasin Dibangun di 2020, Ada Jembatan Bromo dan HKSN
• Tahun ini Jembatan Bromo akan Dibangun, Butuh Waktu Pengerjaan 10 Bulan
• Menagih Janji Jembatan Bromo
Menurut Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Arifin Noor, konstruksi segmen RTH dalam proyek Jembatan Bromo menjadi sesuatu yang cukup spesial.
Diketahui, RTH Jembatan Bromo tersebut akan dibangun di sisi Pulau Bromo dan disokong fondasi sebesar 750 meter kubik yang mampu menahan beban seberat 4.79 KN/milimeter kubik.
Dengan spesifikasi tersebut, selain bisa dijadikan sebagai tempat aktivitas bersantai masyarakat lengkap dengan tanaman buah dalam pot, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai lokasi parkir sepeda motor.
Sedangkan RTH tersebut menurut Arifin akan menjadi salah satu langkah progresif dalam upaya pengembangan pariwisata di Pulau Bromo.
"Karena sesuai visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Pulau Bromo juga dikembangkan menjadi destinasi wisata," kata Arifin.
Jembatan Pulau Bromo merupakan satu dari tiga proyek konstruksi jembatan yang tetap dilanjutkan di Tahun 2020.
Selain Jembatan Pulau Bromo, Jembatan HKSN dengan nilai proyek sekitar Rp 41 miliar dan Jembatan Kelayan dengan nilai proyek sekitar Rp 11 miliar juga diproyeksikan segera direalisasikan.
Ketiga proyek jembatan tersebut dapat dilanjutkan karena tidak termasuk dalam proyek yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) fisik dari Pemerintah Pusat yang sementara di stop penyalurannya akibat pandemi Covid-19.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/arifin-noor-kepala-dinas-pekerjaan-umum-dan-penata-ruang-pupr-kota-banjarmasin-kalsel.jpg)