Berita Jakarta

Berikut Dampak-dampak Pergeseran Tahun Ajaran Baru ke Januari 2021, Anak Stres & Gaji Guru Terpotong

FSGI menilai tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada Juli, tetapi opsi membuka sekolah aktif kembali tak harus dilakukan Juli.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Guru bersalaman dengan murid baru kelas 1 saat hari pertama masuk sekolah, di SD Negeri Lengkong Wetan 1, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Senin (16/7/2018). Sebanyak 120 murid baru di SDN Lengkong Wetan 1 nampak diantar oleh orangtua pada hari pertama tahun ajaran baru 2018/2019 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Wacana penggeseran tahun ajaran baru 2020/2021 bakal berdampak besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriawan Salim.

Ia menilai tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada Juli, tetapi opsi membuka sekolah aktif kembali tak harus dilakukan pada pertengahan Juli.

"Pengunduran tahun ajaran baru ke bulan Januari 2021 akan berisiko dan berdampak besar terhadap: sistem pendidikan nasional; eksistensi sekolah swasta; pendapatan/kesejahteraan guru swasta; psikologis siswa; dan sinkronisasi dengan Perguruan Tinggi baik dalam maupun luar negeri," kata Satriawan dalam keterangan tertulis.

Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK dan BPKB Dibuka Lagi, Polri Gunakan New Normal

VIRAL Facebook, Novi Jual Paket Bantuan Sembako di Media Sosial, dari Pak Jokowi Tidak Dapat

VIRAL Foto Wakil Wali Kota Tangsel Langgar Protokol Kesehatan, Berkumpul dan Tak Bermasker

Ia menambahkan bagi FSGI, ada risiko ekonomi yang besar jika tahun ajaran baru diundur menjadi Januari 2020. Sekolah swasta akan terancam keberadaannya.

"Sebab selama tiga bulan PJJ (pembelajaran jarak jauh) ini saja, para orang tua sudah tak mau dan mampu bayar SPP," kata Satriawan.

Ia menyebutkan ada fenomena meningkatnya tunggakan SPP orang tua kepada sekolah di masa krisis pandemi ini karena dampak ekonomi Covid-19 bagi keluarga. Orang tua menilai, pengeluaran sekolah tak besar sebab tak lagi pakai fasilitas sekolah selama PJJ.

"Maka mereka membayar SPP separuh, dan ini berimplikasi kepada gaji guru swasta. Laporan ke kami sudah banyak sekolah swasta di Jabodetabek yang memotong gaji gurunya sampai 50 persen Misal sekolah SMK di Jakarta Utara, SMA di Jakarta Timur, SMP di Bogor, SD di Tangerang, dan seterusnya," ujar Satriawan.

Kesulitan SPP dan Anak Stres

Bila tahun ajaran baru 2020/2021 digeser ke bulan Januari 2021, kata Satriawan aktivitas belajar dipastikan tak ada. Selain itu, tak ada tagihan penilaian untuk rapor.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved