Wabah Corona Kalsel
GTPP Covid-19 Kalsel Serap Rp 99 Miliar Tangani Covid-19 di Kalsel
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan menanggulangi pandemi Covid-19
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan menanggulangi pandemi Covid-19 sejak pasien pertama yang diduga mengidap Covid-19 di Kalsel dideteksi Bulan Maret 2020 lalu.
Hingga memasuki minggu pertama Bulan Juni 2020, upaya-upaya yang dilakukan GTPP Covid-19 Kalsel tersebut sudah memakan biaya kurang lebih Rp 99 miliar.
Hal ini dibenarkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, H Abdul Haris Makkie. "Ada 99 sekian miliar sudah diserap oleh Gugus Tugas," kata H Abdul Haris, Senin (8/6/2020).
• Soal & Jawaban SD Kelas 1 2 3 Selasa 9 Juni 2020 Belajar dari Rumah TVRI Mengenal Bangun Ruang
Ia yang juga merupakan Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel ini menyatakan jumlah anggaran yang sudah terserap tersebut sudah hampir separuh dari total anggaran yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 yaitu sebesar Rp 200 miliar.
Anggaran tersebut berhasil dialokasikan dari hasil realokasi dan refocussing anggaran di tiap-tiap SOPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel.
• Soal & Jawaban SD Kelas 1 2 3 Selasa 9 Juni 2020 Belajar dari Rumah TVRI Mengenal Bangun Ruang
Teknis penggunaan anggaran yang diambil dari kas daerah tersebut menurutnya dilakukan oleh BPDB Provinsi Kalsel sebagai bagian dalam GTPP Covid-19 Kalsel.
Dimana, mayoritas penggunaan anggaran utamanya adalah untuk pembelian alat pelindung diri (APD), gaji dan tunjangan tenaga kesehatan yang bertugas menangani kasus Covid-19, pembayaran biaya sewa hotel untuk para tenaga medis dan yang lainnya.
• Pantau Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Kapuas , Ini Pesan Bupati Ben Brahim
H Abdul Haris menyatakan GTPP Covid-19 Kalsel yang diketuai Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor bekerja keras agar penanganan dan penanggulangan Covid-19 bisa maksimal.
Pasalnya, Ia mengaku khawatir jika muncul gelombang kedua Covid-19 di Kalsel maka kemampuan keuangan daerah akan kewalahan.
"Ya pasti kami khawatir. Kami sudah menyusur anggaran 50 persen dari anggaran di SKPD, kalau muncul gelombang kedua ini akan sangat berbahaya. Jadi menjadi fokus kita supaya tidak muncul gelombang kedua. Makanya tracing, tracking dan testing itu sangat penting dilakukan," terangnya.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M Syaripuddin meminta GTPP Covid-19 untuk fokus pada tiga hal dalam penggunaan anggaran penanganan dan penanggulangan yang masih tersedia.
• Nasib Wijin Jika Gisella Anastasia dan Gading Marten Rujuk, Wijaya Saputra Pasrah
Pertama yaitu efektifitas upaya dari sisi epidemologi dan kesehatan melalui penelusuran dan penanganan harus bisa menurunkan kurva kasus Covid-19 di Kalsel.
Kedua yaitu komunikasi, informasi dan edukasi harus dilakukan lebih masif dan konsisten supaya upaya penelusuran, perawatan dan penyembuhan pasien yang saat ini dilakukan tidak sia-sia.
• Jadwal Liga Inggris : Dipanaskan Man City vs Arsenal & Tottenham vs MU, Live Mola TV
Ketiga dan yang juga penting, dengan anggaran tersebut, GTPP Covid-19 Kalsel harus bisa mengakomodir seluruh pasien yang didapati mengidap Covid-19.
"Jadi jangan sampai di tracking dan tracing tapi pelayanan kesehatan untuk upaya penyembuhannya justru tidak tercover," kata Politisi PDIP ini. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/abdul-haris-makkie-baru-new.jpg)