Wabah Corona di Kalteng

Pedagang Pasar Tradisional di Kalteng Jadi Target Rapid Tes Massal

Pemprov Kalteng gencar melakukan rapid tes massal terhadap pedagang di Pasar tradisional

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Pemeriksaan Rapid Tes di Pusat Perbelanjaan Mentaya Jalan Iskandar Sampit, belum lama tadi. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALANBUN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, hingga, Senin (8/6/2020) terus berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai, salah satunya melakukan rapid tes massal di pasar tradisional yang ada di Kalimantan Tengah.

Pemeriksaan Rapid tes massal dilakukan di beberapa pasar tradisional yang ada di Sampit, Palangkaraya, Kapuas, hingga ke Pangkalanbun Kabupaten Kotawaringin Barat.

Tidak tanggung-tanggung pemeriksaan dilakukan hingga beberapa kali di kawasan pasar tradisional tersebut untuk mengetahui warga yang reaktif Covid-19.

Rapid tes juga  dilakukan di Pasar Pangkalanbun dan Kumai, sebanyak 1.400 warga yang dilakukan rapid tes, 12 diantaranya reaktif.

Rapid Tes Pedagang Pasar Wangkang Batola, Ditemukan 20 Reaktif

Kendalikan Penyebaran Covid-19, GTPP Banjarbaru Akan Rapid Test Massal di Pasar

Rapid Test di Lingkungan DPRD Kapuas, Hasilnya Tiga Reaktif

Bukan hanya itu, Pedagang Pasar Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kobar juga tak luput dalam pelaksanaan Rapid tes tersebut.

 Gubernur Kalteng , H Sugianto Sabran, bersama Bupati dan Wakil Bupati Kobar, melihat langsung tes massal untuk warga baik penjual dan pembeli serta warga setempat di Kobar.

“Upaya ini, untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, serta menyampaikan himbauan untuk menggunakan protokol kesehatan dan menjaga jarak," ujar Ketua TGPP Kalteng ini.

VIDEO Hasil Rapid Test Enam Pedagang Pasar Samuda Kotim Reaktif

Warga Binuang Santang, Balangan Miliki Gejala Demam Kemudian Dirapid Test, ini Hasilnya

Sementara itu, Bupati Kobar Hj Nurhidayah, meminta warganya  tidak panik dan takut dalam mengikuti rapid tes tersebut, karena merupakan upaya memutus penyebaran Covid-19 di Kobar, sehingga dalam menjalankan aktifitas transaksi jual beli di pasar lebih aman dan nyaman.

“Tes cepat ini untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat ditengah pandemi covid-19, tidak perlu takut,” ujar Bupati.(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved