Ekonomi dan Bisnis

Sambut New Normal, Pengrajin Masker Kain di Banjarmasin Genjot Produksi, Masker Jenis Ini Favorit

Pengrajin masker kain di Banjarmasin terus tingkatkan produksi masker. Selain jenis N95,juga ada yang persegi. Masker favorit customer jenis N95

banjarmasinpost.co.id/Mariana
Proses pembuatan masker oleh salah satu pengrajin masker kain di Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengrajin masker kain di Kota Banjarmasin, Elysa mengatakan, menyambut new normal produksi masker ditingkatkan agar mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Saat ini satu orang mampu mengerjakan 10 lusin masker dalam kurun waktu kurang lebih 10 jam, pada pengerjaan yang dimulai pagi hingga sore hari. Tentu ini bisa kami tingkatkan lagi," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (9/6/2020).

Masker kain tersebut dibuat secara handmade. Satu potong kain sasirangan mampu untuk membuat sebanyak 56 pcs masker jenis N95.

Ada tiga jenis masker yang diproduksi yakni, masker satu lapis kain ditarif Rp 7.000, dua lapis kain Rp 10.000, dan tiga lapis kain dibanderol Rp 15.000 per pcs.

Berdasarkan bentuk masker, selain jenis N95 ia juga membuat jenis persegi. Dua jenis masker ini dibuat sesuai kebutuhan dan permintaan dari masyarakat. Masker favorit customer yakni jenis N95.

Soal Penertiban Papan Reklame, Wali Kota Banjarmasin dan APPSI Kalsel Gelar Pertemuan, Ini Hasilnya

GTPP Covid-19 Kalsel Sebut Ada Daerah Siapkan Insentif untuk Tenaga Medis

Syarat Penumpang Rute Domestik Lion Air yang Mulai Beroperasi Mulai 10 Juni 2020

Pasangan Perseorangan di Pilkada Banjarbaru 2020 Tunggu Keputusan KPU

"Beberapa waktu lalu kami dipercaya membuat 15.000 masker pesanan Dinas Perindustrian Kota Banjarmasin, dan selesai dalam waktu 10 hari," imbuhnya.

Kendati dikerjakan secara hand made namun untuk proses jahit menggunakan mesin jahit. Diuraikannya, mulanya dibuat pola terlebih dulu, ada dua pola yang dibuat yaitu N95 dan bentuk persegi. Setelah digambar, kemudian gunting pola. Untuk kain sasirangan agar rapi bisa disetrika sebelum dibuat pola.

Setelah selesai menggunting pola, dijahit setiap sisinya. Kemudian tali berupa karet dijahit di bagian ujung setiap sisinya yang berfungsi untuk melekatkan di bagian kepala belakang. Pada tahap akhir, masker dibungkus menggunakan plastik bening satu per satu. Masker pun siap dipasarkan.

Senada, meningkatnya permintaan masker membuat pengrajin masker kain lainnya, Lina memanfaatkan hal tersebut untuk membantu penyediaan masker di Banjarmasin, hal ini sekaligus menjadi alternatif mengumpulkan pundi-pundi rupiah di situasi pandemi.

Dijelaskannya, ia menggunakan dua jenis kain yakni kain sasirangan dan kain katun. Selain dua kain tersebut, juga diperlukan tali karet sebagai penyangga dan kemasan plastik. Dalam satu kali pembuatan diperlukan satu potong kain sasirangan dan kain katun berukuran dua meter.

Proses pembuatan mulai dari bikin pola sampai dikemas rapi, satu orang dapat menyelesaikan 25 pcs. Dilakukan mulai pukul 10.00-15.00 Wita. Satu potong kain sasirangan dapat dibuat 56 pcs masker.

Menurutnya dua lapisan kain tersebut sudah cukup tebal dan diharapkan dapat menangkal Covid-19 agar tidak menular mengenai wajah.

Harga masker dibanderol Rp 10.000 per pcs atau Rp 100.000 per lusin. Dalam sehari mampu menjual sekitar 125 pcs di area Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved