Wabah Virus Corona
Resep Sembuh dari Virus Corona Diungkap Risma, Walikota Surabaya Sebut Pokak Jahe Sembuhkan Covid-19
Resep Sembuh dari Virus Corona Diungkap Risma, Walikota Surabaya Sebut Pokak Jahe Sembuhkan Covid-19
BANJARMASINPOST.CO.ID - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau Risma membagikan resep yang membuat banyak pasien virus corona atau covid-19 sembuh di daerahnya.
Adalah Pokak Jahe yang jadi resep Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau Risma untuk menyembuhkan para pasien virus corona atau covid-19 di kota pahlawan itu.
Percaya tidak percaya, walau masuk zona hitam kasus Covid-19 di Indonesia, ternyata tingkat kesembuhannya cepat. Rupanya Risma punya resep untuk sembuhkan pasien virus corona, adalah Pokak Jahe.
• Gaji Ke-13 PNS, TNI, Polri dan Pensiunan Dipastikan Cair, Cek Tunjangan dan Estimasi Besarannya
• LINK TRans7! Live Streaming Trans 7 Mata Najwa, Siap-siap Normal Baru Dipandu Najwa Shihab
• Promo Baru Paket Internet Murah Telkomsel, Bonus Kuota 30 GB & 140 Menit Telepon, Ini Cara Aktivasi
• Daftar Harga HP iPhone Terbaru Juni 2020, iPhone 11, iPhone 7 dan iPhone 8, iPhone 12 dan iPhone X
Karena tak heran, Menkes Terawan juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyanjung Walikota Surabaya yang akrab disapa Risma.
Menurut pemilik nama lengkap Tri Rismaharini, jumlah penderita virus corona di Surabaya meningkat, hal itu lantaran tes swab masif baru dilakukan belakangan ini.
Tapi Risma menjelaskan, sebenarnya kasus positif Covid-19 di Surabaya malah tingkat kesembuhannya cepat.
Risma berterus terang, saat ramai disebut Surabaya menjadi zona hitam, dirinya dan jajarannya tidak memperhatikan apakah Surabaya itu masuk zona merah, biru, kuning, atau putih.
Dia menyebut, yang diperhatikan pemkot adalah warga yang sakit atau warga yang sebetulnya carrier.
Adapun yang membuat angka kasus Covid-19 terlihat melonjak di Surabaya adalah karena tes swab yang meningkat, juga hasil tes di laboratorium yang telat keluar.
"Kemarin tiga hari, 350, 137, kemudian 50 (positif) ada agak delay hasil swab kami mulai tanggal 4-7 (Juni), kenapa kemarin tinggi itu? (Tanggal) 4, 5, 6, itu belum ada hasilnya, jadi itu kumulatif tiga hari, yang hasilnya belum dapat," kata Risma, melansir wartaekonomi.co.id (10 Juni 2020).
Menurut Doni, melansir tribunnews.com (3 Juni 2020), peningkatan kasus positif covid-19 di Surabaya merupakan buah kerja keras pemerintah Kota Surabaya dalam melakukan tracing dan pengambilan sampel di berbagai lingkungan masyarakat.
"Tentunya tak mudah untuk mendapatkan informasi daerah yang kawasannya banyak yang positif. Ini langkah yang strategis dan sangat cerdas," kata Doni, di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020).
Dalam kunjungan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Doni justru menyanjung Pemkot Surabaya.
Menurut Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, pola penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya, sangat baik.
Meski kasus di Surabaya masih tinggi, dia menganggap semangat dan etos kerja di bawah komando Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini patut diapresiasi.